Polemik Revitalisasi Monas
Pemenang Sayembara Desain Revitalisasi Monas Sebut Tak Ada Rancangan Penebangan Pohon
Pemenang sayembara desain revitalisasi Monas menyebut tak ada rancangan penebangan pohon. Dinas Kehutanan DKI Jakarta dinilai harus bertanggung jawab.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Suharno
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sejumlah kawasan yang masuk ke dalam revitalisasi Monas atau Monumen Nasional belakangan menjadi perbincangan hangat.
Proyek yang dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta ini pun menuai banyak kecaman dari banyak kalangan.
Tak hanya soal Keppres 25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yang dilanggar, proyek tersebut juga menyebabkan ratusan pohon di sisi selatan Monas terpaksa ditebang dan dipindahkan.

Sampai saat ini, kayu hasil dari penebangan pohon di kawasan bersejarah itu pun masih menjadi misteri.
Pasalnya Dinas Kehutanan DKI Jakarta sebagai pihak yang paling bertanggung jawab soal penebangan pohon tak juga memberi klarifikasi.
Menanggapi polemik tersebut, pemenang sayembara desain revitalisasi Monas Deddy Wahjudi buka suara.
Dalam desain yang dibuatnya, Deddy mengaku tak ada rencana penebangan pohon dalam desain asli revitalisasi Monas.
• Marc Klok Pamitan dengan PSM Makassar, Persija Jakarta Tidak Perlu Biaya Mahal Untuk Mendatangkannya
• Ada 3 Klub Liga 1 yang Masuk Ranking Klub Terbaik Asia di FootyRankings, Persija Jakarta Unggul
Untuk menghindari penebangan, ia pun mengaku telah membuat desain sedemikian rupa agar pembangunan plaza di sisi selatan Monas yang nantinya akan digunakan untuk lokasi upacara tak mengorbankan ratusan pohon di kawasan itu.
"Jadi sebetulnya kalau kita bicara upacara kan enggak harus di ruang terbuka sekali. Jadi saya pikir upacara tidak apa-apa dibayang-bayang pohon," ucapnya, Jumat (31/1/2020).
"Jadi biar saja ada plaza, tapi pohon-pohon tetap dipertahankan," tambahnya menjelaskan.
Deddy menjelaskan, dirinya mengedepankan beberapa konsep dalam membuat desain revitalisasi Monas, salah satunya dengan menambah ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Monas yang saat ini telah mencapai 50 persen menjadi 64 persen. Konsep ini pun ia sebut dengan istilah humble.
"Konsep humble ini konsep kesederhanaan dalam merespon alam. Jadi bangunan baru tidak boleh lebih dominan dari Monas, yang boleh lebih dominan hanya RTH," ujarnya saat dikonfirmasi.
Untuk itu, ia pun menyayangkan penggundulan yang dilakukan oleh Pemprov DKI ini.
Pasalnya, penebangan pohon yang dilakukan tak sesuai dengan desain awal revitalisasi Monas yang dibuatnya.
"Kemarin enggak tahu ya, mungkin timnya berbeda sehingga kontraktor tutup mata (lalu melakukan penggundulan). Kita sangat menyayangkan ini," kata Deddy.
Terkait dengan penebangan ratusan pohon tersebut, ia menyarankan agar kawasan Monas yang telah digunduli segera ditanami kembali.
"Jadi kalau memang ada yang merevisi desain, dia harus menambahkan pohon lagi di area yang sama," tuturnya.