Breaking News:

Polemik Revitalisasi Monas

Pemenang Sayembara Desain Revitalisasi Monas Sebut Tak Ada Rancangan Penebangan Pohon

Pemenang sayembara desain revitalisasi Monas menyebut tak ada rancangan penebangan pohon. Dinas Kehutanan DKI Jakarta dinilai harus bertanggung jawab.

Kompas.com/Garry Lotulung, M Lukman Pabriyanto, Kolase: Dino Oktaviano
Foto sebelum dan sesudah kawasan Monumen Nasional sisi selatan yang pohonnya ditebang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sejumlah kawasan yang masuk ke dalam revitalisasi Monas atau Monumen Nasional belakangan menjadi perbincangan hangat.

Proyek yang dijalankan oleh Pemprov DKI Jakarta ini pun menuai banyak kecaman dari banyak kalangan.

Tak hanya soal Keppres 25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta yang dilanggar, proyek tersebut juga menyebabkan ratusan pohon di sisi selatan Monas terpaksa ditebang dan dipindahkan.

Kondisi terkini di lokasi proyek revitalisasi Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).
Kondisi terkini di lokasi proyek revitalisasi Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Sampai saat ini, kayu hasil dari penebangan pohon di kawasan bersejarah itu pun masih menjadi misteri.

Pasalnya Dinas Kehutanan DKI Jakarta sebagai pihak yang paling bertanggung jawab soal penebangan pohon tak juga memberi klarifikasi.

Menanggapi polemik tersebut, pemenang sayembara desain revitalisasi Monas Deddy Wahjudi buka suara.

Dalam desain yang dibuatnya, Deddy mengaku tak ada rencana penebangan pohon dalam desain asli revitalisasi Monas.

Marc Klok Pamitan dengan PSM Makassar, Persija Jakarta Tidak Perlu Biaya Mahal Untuk Mendatangkannya

Ada 3 Klub Liga 1 yang Masuk Ranking Klub Terbaik Asia di FootyRankings, Persija Jakarta Unggul

Untuk menghindari penebangan, ia pun mengaku telah membuat desain sedemikian rupa agar pembangunan plaza di sisi selatan Monas yang nantinya akan digunakan untuk lokasi upacara tak mengorbankan ratusan pohon di kawasan itu.

"Jadi sebetulnya kalau kita bicara upacara kan enggak harus di ruang terbuka sekali. Jadi saya pikir upacara tidak apa-apa dibayang-bayang pohon," ucapnya, Jumat (31/1/2020).

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved