Breaking News:

Sindikat Perampok Minimarket

Rampok 12 Minimarket di Tangerang Raya, Sindikat Ini Raup Ratusan Juta Rupiah

Komplotan rampok Tangerang Raya biasa beroperasi tengah malam, saat minimarket yang menjadi sasaran hendak tutup.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Selasa (31/12/2019).   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Nurohman alias Mokmok (25), Fahruroji (23), Deni Dengah (19), Sonny Susanto alias Kecap (25) dan Muhamad Roby Andrian (22), tergabung dalam sindikat rampok minimarket yang beroperasi di kawasan Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan).

Dalam kurun waktu empat bulan, sejak September 2019 lalu, sindikat itu sudah beraksi sebanyak 12 kali.

Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, menjelaskan, sindikat itu beroperasi dengan modus mengancam karyawan minimarket menggunakan senjata tajam.

Mereka biasa beroperasi tengah malam, saat minimarket yang menjadi sasaran hendak tutup.

Selama beroperasi, Roby dan kawan-kawan mendapatkan jumlah uang yang bervariasi. Namun jika ditotal mencapai ratusan juta rupiah.

"Ada yang 3 juta, ada yang 10 juta, ada yang 20 juta, kalau ditotal ratusan juta juga," ujar Ferdy didampingi Kapolsek Kelapa Dua, AKP Supriyanto, saat ungkap kasus tersebut, di Mapolsek Kelapa Dua, Jumat (31/1/2020).

Terakhir, sindikat rampok itu melancarkan aksinya di minimarket di Jalan Tembaga Raya, Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (14/1/2020).

Mereka berhasil menguras isi mesin kasir hingga Rp 10.972.000 dan sebuah ponsel milik karyawan.

Dari sindikat itu diamankan, tiga golok, satu badik dan satu celurit yang digunakannya untuk beraksi.

Nahas! Berencana Menikah Hari Ini, Roby Justru Masuk Penjara Lantaran 12 Kali Rampok Minimarket

Istri Penusuk Suami di Kelapa Gading Jakarta Utara Sempat Coba Tutupi Aksinya

Istri Penusuk Suami di Kelapa Gading Jakarta Utara Sering Dihina Keluarga Korban

"Kelimanya dijerat pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved