Warga Cilangkap Tangkap Penculik Anak

Tersangka Penculik Bayi di Cipayung Irit Bicara Saat Diperiksa Polisi

Sel tahanan Mapolrestro Jakarta Timur tampaknya belum membuat tersangka penculikan bayi usia 14 bulan berinisial ANH, Rian Irawan (23) buka mulut.

TribunJakarta.com/Bima Putra
(Inset) Terduga penculik bayi ANH diamankan anggota Satpol PP Kelurahan Cilangkap di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020). Lokasi tempat bayi ANH diculik di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020). 

Meski mengakui merebut ANH dari gendongan kakak sepupu korban, JN (9), Rian membantah menculik dan berdalih hanya ingin mengajak ANH jalan-jalan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan saat kejadian pada Selasa (28/1/2020) Rian beralasan berkeliling mencari kerja.

"Tujuan awal mencari kerja, namun saat melihat korban timbul ingatan anaknya yang ada di Tasikmalaya. Kemudian tersangka berupaya mengambil korban," kata Hery di Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (30/1/2020).

Namun penyidik tak percaya begitu saja kepada Rian yang mengaku sempat menenggak 3 butir obat daftar G jenis Excimer.

Hery menuturkan pihaknya tetap mendalami apa Rian anggota sindikat penculikan anak dan memang berniat menculik.

"Apakah ada jaringan lain di luar pelaku. Apakah ada motif lain terkait dengan jual beli anak atau eksploitasi anak, kita masih dalami. Penyidikan masih berjalan," ujarnya.

Selain ibu, paman ANH, dan warga yang bermukim di Jalan Malaka I, Kelurahan Munjul tempat Rian beraksi pukul 07.30 WIB.

Penyidik bakal memeriksa keluarga Rian yang disebut tinggal di Tasikmalaya guna memastikan kebenaran niat mencari kerja.

"Karena menurut pengakuan, tersangka ini punya anak seumuran korban (ANH). Memang di dompet tersangka kita temukan foto anak kecil, ini yang mau kita pastikan," tuturnya.

Dipengaruhi obat, pelaku penculikan meracau saat diperiksa

Rian Irawan (23), pelaku penculik anak di Jalan Malaka I, Kelurahan Munjul pada Selasa (28/1/2020) kini mendekam di sel tahanan Mapolrestro Jakarta Timur.

Meski kepergok merebut bayi laki-laki usia 14 bulan berinisial ANH lalu membawanya berjalan sekitar 200 meter dari rumah korban.

Saat diperiksa penyelidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur Rian membantah sudah menculik ANH.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi mengatakan Rian berdalih merebut korban dari gendongan kakak sepupu ANH, JN (9) karena mirip dengan anaknya.

"Yang bersangkutan mengakui mengambil korban karena mirip dengan anaknya. Untuk tujuan mengambilnya hanya akan mengajak jalan-jalan saja," kata Arie di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (30/1/2020).

Dalih itu sama dengan yang disampaikan Rian kala aksinya dipergoki lalu diamuk warga setempat sekira pukul 07.30 WIB.

Arie menuturkan penyelidik Unit PPA sulit mendapat pengakuan karena saat kejadian hingga diamankan Rian dalam pengaruh obat.

Pun dia tak gamblang menyebut apa pengaruh obat yang dimaksud merupakan narkoba atau bukan.

"Hari ini akan di BAP (berita acara pemeriksaan) ulang karena tadi malam pelaku masih dalam pengaruh obat sehingga bicaranya masih berubah-ubah," ujarnya.

Keluarga Bayi yang Jadi Korban Penculikan di Cipayung Jakarta Timur Merasa Dihipnotis Pelaku

Hingga kini penyelidik Unit PPA Polres Metro Jakarta Timur sudah memeriksa dua saksi, yakni ibu ANH, Neneng dan sang paman Rison.

Saat kejadian Rison sedang mengawasi JN dan ANH bermain, sementara Neneng berada dalam rumah sedang mencuci pakaian.

Neneng baru tahu anaknya diculik setelah nenek ANH, Desmi (74) yang saat kejadian berada di seberang rumah memanggilnya.

"Karena kaki saya sudah susah buat jalan akhirnya saya panggil ibunya (ANH) yang pas kejadian lagi nyuci. Saya tanya kenal enggak yang bawa anak kamu," tutur Desmi, Selasa (28/1/2020).

Keluarga seperti dihipnotis pelaku

Warga Cipayung mengamankan pria bernama Ryan, penculikan bayi berusia 14 bulan berinisial AR di Jalan Raya Malaka, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020).

Penculikan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat itu korban tengah bermain dengan saudaranya di halaman rumahnya, Jalan Raya Malaka, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Natalina Hasugian, tante korban mengatakan, dia menduga pelaku sudah mengincar korban sebelumnya.

Saat pelaku menculik korban pun disaksikan oleh bapak korban yang juga berada di halaman rumah.

"Pelaku pas rebut keponakan saya itu, itu juga ada abang saya cuman abang saya tuh diam saja kayak linglung gitu dihipnotis," kata Natalina di lokasi, Selasa.

Natalina Hasugian (33) saat menceritakan kronologis penculikan ANH di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020).
Natalina Hasugian (33) saat menceritakan kronologis penculikan ANH di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Aksi penculikan itu diketahui ibu korban yang sedang berada di seberang jalan depan rumahnya.

"Kakak saya tanya ke abang saya itu dibawah siapa (korban), abang saya diam saja tidak kejar juga. Baru, kakak saya teriak, pelaku ditangkap warga," ujar Natalina.

Dilansir dari Kompas.com, saat ditangkap, korban kembali direbut oleh orangtuanya.

Lalu, pelaku sempat dikeroyok warga.

"Pelaku diamankan Satpol PP terus dibawa ke Polsek Cipayung," ujar Natalina.

Kronologi

Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Ryan diamuk massa usai tepergok menculik seorang batita berinisial A di halaman rumahnya, Jalan Raya Malaka, Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020).

Saat itu korban tengah bermain di halaman rumahnya bersama saudaranya.

"Keponakan saya habis diajak jalan sama abang saya, turun dari motor terus masuk ke rumah di halaman sini, main, lagi digendong sama keponakan saya yang umur 9 tahun. Terus pelaku datang langsung ambil keponakan saya itu yang 14 bulan," kata Natalina di lokasi, Selasa.

Saat pelaku menculik korban, ibu korban yang berada di seberang jalan depan rumah melihat aksi pelaku.

Ibu korban langsung teriak minta tolong dan bapak korban mengejar pelaku.

"Langsung di ini (tangkap) sama warga pelakunya. Disidang, sempat dipukul juga sama warga," ujar Natalina.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku ke Polsek Cipayung.

"Kakak saya (ibu korban) langsung buat laporan di polres. Itu pelaku kata kakak saya berdua dia sama temannya. Yang satu naik motor, cuman pas pelaku ditangkap, temannya kabur kayaknya," ujar Natalina.

Terduga penculik sempat minta gendong korban

Ryan, terduga penculikan anak berusia 14 bulan berinisial AR di Jalan Malaka I, RW 08 Kelurahan Munjul babak belur saat aksinya dipergoki.

AR diculik saat bermain bersama sejumlah saudaranya di teras rumahnya pada Selasa (28/1/2020) sekira pukul 07.30 WIB pagi.

Natalina Sugian (33), tante korban mengatakan warga emosi saat mendengar penuturan saudara AR bahwa Ryan meminta AR diserahkan.

"Pas kejadian korban lagi digendong sama keponakan saya. Nah pelaku datang, ngomong ke keponakan saya 'Dek, sini adiknya om gendong,' begitu," kata Natalina di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2020).

Lantaran tak mengerti, keponakan Natalina menyerahkan AR ke dekapan Ryan yang langsung pergi sembari menggendong AR.

Aksinya baru dipergoki usai sang nenek, Desmi menanyakan siapa sosok kepada kerabat lainnya Rison yang berada di lokasi.

"Kata nenek saya yang melihat pelakunya itu jalannya cepat, benar-benar seperti mau kabur. Pas diamanin langsung ditanya-tanya sama ayah AR," ujarnya.

Namun saat diamankan warga, Ryan yang saat kejadian tak membawa kartu identitas kabur hingga sekitar 600 meter dari lokasi.

Natalina menuturkan Ryan baru berhasil diringkus di Jalan Bambu Hijau yang secara wilayah sudah masih Kelurahan Cilangkap.

"Dari sana warga lapor ke Kelurahan Cilangkap, karena jaraknya lebih dekat dibanding Kelurahan Munjul. Terus pelakunya dibawa ke Polsek Cipayung," tuturnya.

Namun ketiadaan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di tingkat Polsek membuat Ryan digelandang ke Polres Metro Jakarta Timur.

Ryan digelandang ke Polres Metro Jakarta Timur sekira pukul 11.30 WIB bersama kedua orang tua AR yang jadi saksi kasus dugaan penculikan.

"Korban sama orang tuanya masih di Polres, belum pulang. Jadi laporannya sudah ditangani tingkat Polres," lanjut Natalina.

Sebagai catatan sebelumnya TribunJakarta.com memberitakan AR berusia 2 tahun, lewat berita ini kesalahan tersebut diperbaiki.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved