Kisah ASN Karawang Gabung Kerajaan King of The King: Janji Uang Rp 10 Juta Diganti Miliaran
Sosok aparatur sipil negara (ASN) Karawang, Juanda menceritakan kisahnya bergabung dengan King of The King.
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok aparatur sipil negara (ASN) Karawang, Juanda menceritakan kisahnya bergabung dengan King of The King.
Juanda menuturkan, bergabung pertama kali dengan King of The King sejak awal tahun 2019.
Lebih lanjut, Juanda diangkat menjadi Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang digadang-gadang berpusat di Karawang.
IMD ini bagian dari King of The King.
TONTON JUGA:
"(Berpusat) di Karawang karena Rengasdengklok itu. Dibuatkan juga website. Tapi bukan saya adminnya," tegas Juanda.
Hampir setahun menjadi anggota King of The King, kini Juanda mengaku menyesal.
• Fakta-fakta Janda Tewas Bersimbah Darah di Surabaya, Korban Teriak Histeris & Curhat Bakal Dibunuh
Penyesalan itu disampaikan Juanda setelah mendapat pembinaan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang.
Kepala BKPSDM Karawang, Asep Aang mengatakan, sedikitnya memberikan tiga kali pembinaan kepada Juanda yang bertugas sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Banyusari, Karawang.
Juanda sadar, awal dirinya bergabung karena tergiur dijanjikan uang miliaran rupiah yang diklaim tersimpan di Bank Swiss.
Kendati demikian, rupanya janji tersebut semu belaka.
• Terkuak Kabar Perhiasan Lina Jubaedah Rp 2 M Hilang, Teddy Akui Istrinya Wariskan Ini Demi Sang Bayi
"Saya menyesal," ucap Juanda pada Jumat (31/1).
Juanda disebut-sebut menjadi satu diantara petinggi King of King itu menegaskan, menyetor uang Rp 10 juta kepada Dony Pedro, Presiden King of King.
"Sekitar Rp 10 juta yang saya berikan beberapa kali.Saya diberi sertifikat senilai Rp 3 miliar yang katanya akan cair pada Maret 2020," ujar Juanda.
• Sule Blak-blakan Bongkar Pesan WhatsApp dengan Putri Delina, Ayah Rizky Febian Disarankan Begini
Seperti Dicuci Otak
Kepala BKPSDM Karawang Asep Aang menuturkan, sosok Juanda yang bergabung di King of The King seperti dicuci otak.
"Kami terus memberikan pembinaan dan pemahaman kepadanya, hingga akhirnya dia (Juanda) mengaku kesalahannya."
"Dia melakukan permohonan maaf dengan sadar. Setelah dia bercerita ternyata dia itu merupakan korban," katanya.
Asep Aang menyebut Juanda memahami tugas dan fungsinya sebagai ASN.
Ia juga dikenal sebagai ASN Karawang yang memiliki totalitas tinggi.
• Permintaan Lina ke Putri Delina Sebelum Wafat, Anak Sule Mengaku Beruntung Bisa Manja ke Sang Mama
"Dia rajin masuk, sangat disiplin dan mengerti tugas dan fungsinya," kata dia.
Awal kenal dengan Dony Pedro
ASN asal Karawang, Juanda menceritakan awal kenal dengan Dony Pedro, Presiden King of The King, hingga menjadi petinggi di kelompok tersebut.

Juanda yang juga disebut-sebut sebagai salah satu petinggi King of The King itu mengatakan, ia awalnya dikontak oleh Dony Pedro.
Ia beberapa kali ditelepon Dony Pedro dan dikirimi foto-foto pusaka.
Juanda kemudian diminta datang ke rumah Dony Pedro di Bandung.
• Kasus Istri Tusuk Suami di Kelapa Gading, Berawal dari Percekcokan, Sang Istri Ancam Bunuh Diri
"Saya bertemu Dony awal tahun 2019 di Bandung," kata Juanda kepada Kompas.com, Jumat (31/1/2020).
"Awalnya dia meyakinkan saya soal samurai pusaka dan langka yang harganya triliunan.Saya mencari pembeli untuk dia."
Juanda mengaku tergiur dengan uang komisi dari penjualan senjata itu. Kebetulan di Karawang, kata dia, ada orang kaya yang tengah mencari benda pusaka.
Namun, transaksi senjata pusaka gagal.
Cerita soal Bank Swiss, saat gabung diminta setor uang
Tak berhenti di situ, Dony Pedro meyakinkan Juanda soal pencairan uang di Bank Swiss.
Juanda pun percaya lanyaran Dony menyebut sejumlah nama petinggi negara, termasuk dari kalangan militer dan profesional.
"Saya juga diperlihatkan sejumlah dokumen internasional tentang uang yang sangat besar di Bank Swiss," ujarnya.
Juanda kemudian memutuskan bergabung ke King of The King.
Namun, Juanda diminta menyetor sejumlah uang.
"Ditotalkan jumlahnya hingga Rp 10 juta saya berikan ke dia (Dony Pedro)," kata Juanda.
Janji uang Rp 10 juta diganti miliaran, diangkat jadi petinggi
"Saya dijanjikan ganti uang miliaran yang akan cair pada Maret 2020," lanjut Juanda.
Juanda diangkat menjadi Ketua Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang meyakini uang yang terpendam di Bank Swiss senilai USD 60 triliun bisa menutupi persoalan utang Indonesia.
Ia menyebut anggota IMD tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Namun di Karawang tidak ada selain dirinya.
Saat ini, Juanda tengah dalam pembinaan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang.
(tribunjakarta/kompas.com)