Sisi Lain Metropolitan

Cerita Asiah, Sempat Sekolah di Tempat Latihan PKI Hingga Miliki Ruang Sembunyi Bawah Tanah

"Seram," satu kata yang terucap oleh Asiah (64) untuk menggambarkan keganasan peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Asiah saat ditemui di kediamannya di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (3/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - "Seram," satu kata yang terucap oleh Asiah (64) untuk menggambarkan keganasan peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI).

Peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia itu masih teringat jelas di ingatan Asiah.

Bahkan, begitu membekas hingga kini dan ia ceritakan ke anak, cucu serta cicitnya.

Saat itu usia Asiah baru menginjak 9 tahun dan memang besar di Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

"Ya rumah saya di situ. Orang tua saya asli orang sana," kata Asiah kepada TribunJakarta.com, Senin (3/2/2020).

Proses Naturalisasi Marc Klok Masuk Tahap Akhir, Persija Jakarta Berpeluang Rekrut Pemain Asing Baru

Cerita Pemuda Mabuk Jadi Penyelamat Satu Keluarga dari Kebakaran di Pamulang Tangerang Selatan

Mengingat usia dan pendidikan, saat itu Asiah memutuskan mencari informasi sekolah seorang diri tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Ia menempuh jarak terbilang lumayan dan melewati banyak pohon besar untuk sampai di salah satu rumah.

Rumah tersebut milik Arjono, yang secara cuma-cuma mengajarkan anak-anak sekitar Lubang Buaya.

"Jadi nih dulu di kawasan ini kan masih pepohonan kayak hutan gitu lah. Sekolah pun enggak ada."

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved