Soal Sarapan Gratis dari Pemprov DKI, Komite SDN 01 Gunung Sahari Selatan: Kenapa Kami Tidak Dapat?

Komite SDN 01 Gunung Sahari Selatan, Igar, menanggapi program Pemberian​ Makanan Tambahan​ Anak Sekolah (PMTAS) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

greatist.com
Sarapan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Komite SDN 01 Gunung Sahari Selatan, Igar, menanggapi program Pemberian​ Makanan Tambahan​ Anak Sekolah (PMTAS) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Program sarapan gratis bagi siswa sekolah dasar ini ternyata tak diketahui Igar dan dewan guru lainnya.

"Kenapa kami tidak dapat ya? Padahal setahu saya di sini ada 260 siswa yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP)," kata Igar saat diwawancarai TribunJakarta.com, di SDN 01 Gunung Sahari Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, sarapan gratis dari Pemprov DKI ini dituju berdasarkan jumlah siswa yang memiliki KJP.

Selain itu, Igar menyatakan program besutan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini sebaiknya sesuai fakta di lapangan.

"Seharusnya seperti itu. Karena biar tepat sasaran kalau menurut saya. Nah, ini saja kami tidak tahu ada programnya Pemprov (soal PMTAS)," ujar dia.

Diketahui, program PMTAS ini dilakukan guna mengantisipasi siswa yang tak sempat sarapan di rumah.

Menyoal itu, Igar mengatakan wali murid SDN 01 Gunung Sahari Selatan pun ada yang tak sempat bikin sarapan.

"Banyak orang tua yang ngobrol sama saya kalau mereka kadang tidak sempat bikin sarapan. Kalau karena itu, kami harusnya dapat juga program Pemprov," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved