Diduga Jadi Korban Salah Tangkap, Sopir Taksi Online Ini Terancam Dibui

Kuasa hukum Ari dari LBH Mawar Saron, Yoshua, mengungkapkan awal mula kliennya terjerat kasus ini.

Kompas.com
Ilustrasi penjara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Ari Darmawan, seorang sopir taksi online, diduga menjadi korban salah tangkap pihak kepolisian.

Ia dituduh telah melakukan tindak pidana pencurian oleh penumpangnya.

Bahkan, Ari kini sudah berstatus sebagai terdakwa dan kasusnya tengah berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Ari dari LBH Mawar Saron, Yoshua, mengungkapkan awal mula kliennya terjerat kasus ini.

Pada 4 September 2019, Ari menerima pesanan dari calon pelanggannya berinisial S.

Calon pelanggan tersebut meminta Ari menjemputnya di Kemang Venue untuk diantar menuju Damai Raya, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.

Ari pun meresponnya dengan menghubungi S melalui sambungan telepon.

Namun, Ari tidak mendapat jawaban, hingga akhirnya tidak jadi menjemput calon pelanggannya.

"Keesokan harinya, Ari ditangkap pihak kepolisian atas tuduhan pencurian dengan kekerasan," ujar Yoshua dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Persidangan kasus yang menjerat Ari kini sudah memasuki agenda putusan sela yang akan digelar pada Rabu (5/2/2020).

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved