Orangtua Belum Tiba di Jakarta, 4 Pelajar Yayasan Nurul Amal Masih Berada di Panti Sosial

Penyerahan empat pelajar Yayasan Nurul Amal, Kramat Jati yang sempat hilang lalu ditemukan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani tertunda.

Istimewa
Empat murid Yayasan Nurul Amal yang sempat hilang saat ditemui pihak keluarga di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Cipayung, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Penyerahan empat pelajar Yayasan Nurul Amal, Kramat Jati yang sempat hilang lalu ditemukan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani tertunda.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky penyerahan ke pihak keluarga yang harusnya dilakukan hari ini ditunda hingga Rabu (5/1/2020).

"Karena dari keluarga keempat anak itu belum sampai semua di Jakarta, jadi menunggu kedatangan semua keluarga dari Jambi tiba di Jakarta," kata Dicky saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2020).

Keempat anak yakni Hardianto (17), Rizki (15), Muhammat Irsal (14), Rino Arlesyan (14) masih di panti sosial, Cipayung.

Dia memastikan empat anak yang hilang sejak Selasa (28/1/2020) pukul 06.00 WIB itu dalam penanganan Dinas Sosial DKI Jakarta.

"Diserahkan Rabu karena permintaan pihak keluarga sendiri. Dari anggota DPRD setempat juga rencananya ikut mendampingi," ujarnya.

Sebelumnya empat murid Yayasan Nurul Amal pergi sekira pukul 06.00 WIB dan baru ditemukan pada Minggu (2/1/2020).

Dicky menuturkan awalnya ada lima murid Yayasan Nurul Amal yang pergi, namun seorang anak kembali sekira pukul 12.00 WIB.

"Yang paling kecil kembali karena lapar, jadi pulang di hari itu juga. Kata dia, sampai saat dia pulang empat anak lain masih ada di Pasar Embrio," tuturnya.

Kronologis 4 Anak Yayasan Nurul Amal Kramat Jati Hilang Hingga Ditemukan di Panti Sosial

Empat murid Yayasan Nurul Amal, Kecamatan Kramat Jati hilang sejak Selasa (28/1/2020) lalu akhirnya ditemukan pada Minggu (2/1/2020).

Keempatnya yakni Hardianto (17), Rizki (15), Muhammat Irsal (14), Rino Arlesyan (14) kini berada di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Cipayung.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky mengatakan hilangnya empat anak berawal saat mereka meninggalkan Yayasan pukul 06.00 WIB.

Foto empat orang pelajar Merangin yang sekolah di Yayasan Nurul Amal RT 04/RW 09 NO. 45 Kramat Jati Jakarta Timur.
Foto empat orang pelajar Merangin yang sekolah di Yayasan Nurul Amal RT 04/RW 09 NO. 45 Kramat Jati Jakarta Timur. (TribunJambi.com/Istimewa)

"Mereka pergi tanpa izin, habis Salat Subuh. Awalnya mereka keluar berlima, tapi sekitar jam 12 siang satu anak kembali ke Yayasan," kata Dicky di Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (2/2/2020).

Anak yang secara usia paling kecil kembali karena merasa lapar usai menempuh perjalanan ke Pasar Embrio, Kecamatan Makasar.

Namun setelah ditunggu, Hardianto, Rizki, Irsal dan Rino yang semuanya berasal dari Jambi tak kunjung kembali ke Yayasan Nurul Amal.

"Yang paling kecil kembali karena lapar, jadi pulang di hari itu juga. Kata dia, sampai saat dia pulang empat anak lain masih ada di Pasar Embrio," ujarnya.

Selebaran informasi orang hilang yang disebar sebelum empat anak Yayasan Nurul Amal ditemukan
Selebaran informasi orang hilang yang disebar sebelum empat anak Yayasan Nurul Amal ditemukan (Istimewa)

Dicky menuturkan sempat beredar kabar keempatnya pergi ke Tangerang menemui satu kerabat mereka yang berdagang Durian.

Namun kabar hilangnya empat anak lebih dulu sampai ke kerabat yang merupakan paman dari satu anak tersebut.

"Tapi pamannya sendiri ikut mencari bersama kita dan pihak Yayasan. Setelah dapat laporan kita melakukan penyelidikan bersama paman yang jual Durian tadi," tuturnya.

Selebaran informasi orang hilang yang disebar sebelum empat anak Yayasan Nurul Amal ditemukan
Selebaran informasi orang hilang yang disebar sebelum empat anak Yayasan Nurul Amal ditemukan (Istimewa)

Pencarian Hardianto, Rizki, Irsal dan Rino pun dimulai dari Pasar Embrio sesuai keterangan yang disampaikan satu murid.

Namun upaya tak berjalan mulus karena para pedagang dan warga yang beraktivitas di Pasar Embrio memberi keterangan berbeda.

"Ada yang bilang ngamen, minta sadakoh, di Masjid, simpang siur lah. Lalu ada teman anak ini yang bilang kalau mereka pergi ke Terminal Kampung Rambutan untuk saudaranya," tuturnya.

Pencarian berlanjut hingga ke sekitar Pasar Kramat Jati yang berjarak sekitar satu meter dari Yayasan Nurul Amal.

Selebaran informasi orang hilang yang disebar sebelum empat anak Yayasan Nurul Amal ditemukan
Selebaran informasi orang hilang yang disebar sebelum empat anak Yayasan Nurul Amal ditemukan (Istimewa)

Pada Kamis (30/1/2020) Dicky menyebut seorang pedagang kue cucur mengaku bertemu dengan empat anak yang hilang.

"Kata ibu pedagang kue cucur anak-anak ini minta makan, lalu dikasih lah. Artinya anak-anak ini belum pergi jauh, masih di sekitar Kramat Jati," lanjut Dicky.

Pihak Yayasan Nurul Amal berupaya menyebar selebaran informasi orang hilang yang memuat wajah empat anak agar lekas ditemukan.

Tak disangka, pada Minggu (2/2/2020) pihak Yayasan menerima telepon dari pengurus Panti Sosial Marsudi Putra Handayani.

"Pengurus Yayasan selanjutnya telepon ke kami (Polsek Kramat Jati). Bersama pihak keluarga juga, tadi pagi kami cek bersama ke Panti dan ternyata benar ketemu," sambung dia.

Dicky mengatakan Hardianto, Rizki, Irsal dan Rino ditemukan seorang warga yang kemudian melapor ke Dinas Sosial Jakarta dan membawa keempatnya.

Meski belum diketahui sebab mereka pergi, namun keempatnya kini dipastikan dalam keadaan sehat dan tertangani Dinas Sosial DKI.

"Kita belum tahu sebab mereka pergi, yang jelas mereka sudah ketemu dalam keadaan selamat. Besok akan diserahkan ke pihak keluarga yang datang dari Jambi," kata Dicky.

Keempatnya baru dapat diserahkan ke pihak keluarga pada Senin (3/3/2020) karena harus melalui prosedur administrasi lebih dulu.

Selain pihak keluarga dan yayasan, penyidik Unit Reskrim Polsek Kramat Jati juga bakal mendampingi penyerahan.

"Karena pihak Yayasan sudah melapor jadi besok kita ikut mendampingi. Sore ini masih ada satu orang tua anak yang dalam perjalanan ke Jakarta," ujarnya.

Tambah Rute, TransPatriot Layani Penumpang di Grand Kamala Lagoon Bekasi Selatan

Kesaksian Intelektual Muda NU Zuhairi Misrawi Tentang Gus Sholah: Sosok yang Bijak

Seorang pengurus Yayasan Nurul Amal membenarkan bila keempat murid sudah ditemukan dan kini dalam tahap penjemputan.

Sejak Minggu siang, pengurus Yayasan Nurul Amal bahkan sudah mencabut selebaran yang memuat informasi kehilangan.

"Iya, Alhamdulillah sudah ketemu. Makannya tadi saya disuruh cabut selebaran ini (informasi orang hilang)," kata satu pengurus Yayasan Nurul Amal.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved