Banjir di Tangerang

Derita Pengungsi Banjir 3 meter Selama 3 Hari di Tangerang, Balita 29 Bulan Kejang-kejang

Rizki Ramadan, balita 29 bulan, ditemukan dalam kondisi kejang-kejang pada Rabu (5/2/2020) pagi tadi.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kondisi pengungsian di GOR Perum Total Persada karena banjir setinggi 3,5 meter masih menggenangi kawasan Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PERIUK - Banjir setinggi 3,5 meter yang menggenangi Kota Tangerang mulai membawa derita pagi para warga yang terdampak.

Terutama para pengungsi di Perum Total Persada yang sudah tiga hari dua malam tidur beralaskan karpet dan kasur lapuk di GOR Perum Total Persada.

Hawa dingin dan berbagai jenis penyakit menular campur aduk saat malam mulai menyelimuti Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Terlebih apa bila hujan deras kembali mengguyur menambah penderitaan pengungsi.

Seperti yang dialami oleh Rizki Ramadan, balita 29 bulan itu ditemukan dalam keadaan kejang-kejang pada Rabu (5/2/2020) pagi tadi.

Ketua KTU Puskesmas Gembor, Muhammad Mulyadi pun membenarkan kalau pihaknya menerima pasien seorang balita yang mengalami kejang-kejang.

Balita tersebut pun diketahui adalah pengungsi bersama kedua orang tuanya.

"Iya ada, sudah berobat ke Puskesmas Gembor. Umurnya 29 bulan," kata Mulyadi kepada TribunJakarta.com.

Ia mengungkapkan kalau penyebab utama Rizki kejang-kejang karena menderita demam tinggi sejak bencana banjir menenggelamkan tempat tinggalnya.

Namun, kini balita malang tersebut sudah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Gembor dibantu Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

"Sudah diberi obat turun panas, dan sekarang sedang diobservasi. Anaknya punya riwayat penyakit kejang," jelas Mulyadi.

Diketahui ada 223 pengungsi di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang mulai terserang berbagai macam penyakit setelah masuk hari ketiga banjir.

Dari data yang didapatkan dari posko kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, penyakit yang menyerang pengungsi diantaranya adalah Dermatitis (Eksim Kulit) sebanyak 73 orang.

Lalu Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) sebanyak 62 orang, Chepalgia (Sakit Kepala) sebanyak 53 orang, danMialgia sebanyak 24 orang,

"Ada radang lambung 10 orang dan diare sebanyak satu orang," kata Kepala Dinas Kesehatan, dr Liza Puspadewi, Rabu (5/2/2020).

Maka dari itu, untuk menanggulangi wabah penyakit semakin meluas dan menyebar ke pengungsi lain, delapan posko kesehatan dihadirkan yang tersebar di beberapa wilayah yang tergenang banjir.

Berbadan Tinggi Besar, Penusuk Istri di Serpong Nekat Lakukan Ini hingga Buat 3 Polisi Kewalahan

Banjir 3,5 Meter Selama 3 Hari, Polisi Mulai Intai Tindakan Kriminal di Tangerang

Hakim Tolak Eksepsi Sopir Taksi Online yang Dituduh Rampas Harta Pelanggannya

Yakni Posko Taman Elang RW. 16, Posko Periuk Damai RW. 08 Masjid Al Jihad, Posko Kecamatan Periuk, Puskesmas Gembor, Masjid Mujahidin RW 08 Total Persada Kelurahan Gembor, RW 21 Garden City Kelurahan Gebang Raya, RW 13 Perumahan Villa Tangerang Indah Gebang Raya, Posko Kesehatan di Pasir Jaya RW. 2.

Ditambah posko bantuan yaitu di Posko Kesehatan Kelurahan Gebang Raya Kecamatan Periuk dan Posko Bantuan Periuk Damai RW. 08 Masjid Al Jihad.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved