Ditembak Mati Gegara Coba Rebut Pistol Polisi, Bandar Sabu di Bekasi Rupanya Seorang Residivis

Pria bernama Bona Jansen alias BJ, tewas ditembak polisi ketika berusaha merebut pistol petugas yang hendak mengamankannya.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
gambar kondisi terakhir Bona usai ditembak polisi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pria bernama Bona Jansen alias BJ, tewas ditembak polisi ketika berusaha merebut pistol petugas yang hendak mengamankannya.

Bona merupakan bandar narkoba jenis sabu yang diduga telah mengedarkan barang haram ke sejumlah pengedar kecil dan konsumen di wilayah Jakarta dan Bekasi.

Boda awalnya diringkus polisi pada, Selasa (4/2/2020), sekira pukul 01.30 WIB di Jalan RA. Kartini, Bekasi Timur.

Dia ketika itu diduga hendak melakukan transaksi sabu di pinggir jalan, polisi yang sudah mengintainya langsung melakukan penggeldahan badan dan ditemukan barang bukti sabu seberat 0,3 gram di dalam bungkus rokok.

Tidak berhenti sampai di situ, polisi lalu melakukan pengembangan. Dia diminta menunjukkan tempat tinggal di kawasan Jalan Bambu Kuning, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Bona tinggal disebuah kamar kos berukuran satu petak, di tempat tersebut, polisi berhasil menemukan barang bukti sabu dalam jumlah yang cukup besar yakni, kurang lebih 1,2 kilogram.

"Dari kos-kosan tersebut kita mendapatkan barang bukti dalam bungkus plastik besar berisi sabu 1000 gram kemudian plastik sedang berisi 254 gram jadi secara keseluruhan jumlah nya 1254 gram," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Wijonarko.

Barang sebanyak itu rupanya didapat tersangka dari seorang penyuplai berinisial AG, polisi kemudian meminta Bona untuk menunjukkan tempat persembunyian.

"Sabu ini didapat dari AG, saat ini masih buron, dari keterangan tersangka (Bona) dia (AG) tinggal di daerah Cikunir," ujar Wijonarko.

Barang bukti sabu milik tersangka BJ
Barang bukti sabu milik tersangka BJ (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Belum sampai ke Cikunir, Bona berusaha berontak, dia bahkan sempat hendak mengambil pistol milik petugas. Tanpa ampun, dia kemudian ditembak pada bagian badan hingga mengalami luka parah.

"Jadi pada saat dalam perjalanan pelaku berusaha melawan petugas dan berusaha merebut senjata api karena itu membahayakan sehingga petugas mengambil tindakan tegas," jelasnya.

Wijonarko menyebutkan, Bona sempat dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan medis. Tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan, dia tewas hari ini, Rabu (5/2/2020).

Selain 1,2 kilogram sabu yang berhasil diamankan polisi, Bona rupanya sempat mengedarkan sabu ke beberapa pembeli dan pengedar kecil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved