Mulai Tahun Ini, Pemilik Reklame Tak Berizin di Jakarta Terancam Dipidana

Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin menegaskan di tahun 2020 ini pemilik reklame tak berizin terancam dikenai sanksi pidana.

Mulai Tahun Ini, Pemilik Reklame Tak Berizin di Jakarta Terancam Dipidana
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin menegaskan di tahun 2020 ini pemilik reklame tak berizin terancam dikenai sanksi pidana.

"Di dalam ketentuan Perda Penyelenggara Reklame ada sanksi pidananya," kata Arifin di lokasi penertiban reklame tak berizin di Perempatan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (5/2/2020) dini hari.

"Ini juga di Tahun 2020 akan kita mainkan, di Tahun 2019 belum pernah tindakan pro justisia," sambungnya.

Perda yang dimaksud Arifin yakni Perda Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame.

Dalam Perda tersebut, ucap Arifin, sanksi bagi pemilik reklame tak berizin bisa dikenai kurungan enam bulan penjara dan atau denda maksimal Rp 50 juta.

"Maka kami akan dorong di 2020 ini kami mainkan penegakan reklame dengan pro yustisia," ujarnya.

Malam hingga dini hari tadi, petugas gabungan dari Satpol PP, Bina Marga hingga Damkar membongkar tiga reklame tak berizin di Perempatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Pembongkaran reklame itu menggunakan crane milik Dinas Bina Marga DKI Jakarta. 

Setelah reklame diturunkan, rangka reklame kemudian dipotong oleh para petugas Damkar sebelum diangkut ke truk sampah.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved