Sopir Taksi Online Korban Salah Tangkap Bantah Menolak Didampingi Pengacara Saat Diperiksa Polisi

Ari Darmawan (21) membantah bahwa dirinya menolak mendapat pendampingan dari kuasa hukum saat diperiksa polisi.

Internet
Ilustrasi palu pengadilan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Ari Darmawan (21) membantah bahwa dirinya menolak mendapat pendampingan dari kuasa hukum saat diperiksa polisi.

Ari adalah sopir taksi online yang diduga menjadi korban salah tangkap pihak kepolisian atas kasus pencurian dengan kekerasan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ari disebut sudah membuat surat pernyataan menolak didampingi kuasa hukum saat menjalani pemeriksaan.

Ditemui seusai sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020), Ari menyebut penolakan didampingi kuasa hukum merupakan saran dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

"Bukan kemauan saya, itu saran dari penyidik," kata Ari.

Kuasa hukum Ari Darmawan dari LBH Mawar Saron, Hotma Sitompul, mengatakan surat pernyataan yang dibuat Ari hanya 'akal-akalan' oknum penyidik.

"Surat itu modus dari oknum penyidik supaya bisa melakukan penyiksaan terhadap terdakwa," ujar Hotma.

"Masa seorang terdakwa tidak mau didampingi penasihat hukum. Ada LBH kok," tambahnya.

Ari Darmawan diduga menjadi korban salah tangkap oleh kepolisian terkait kasus pencurian dengan kekerasan.

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved