Breaking News:

506 Pengungsi Banjir Terserang Penyakit, Paling Banyak Alami Stres: Sering Pingsan

Dalam penanganannya, pihak Dinas Kesehatan tidak menerjunkan langsung tenaga medis yang ahli di bidang trauma healing.

TribunJakarta/Ega Alfreda
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pengungsi banjir di Tangerang yang terjangkit penyakit semakin bertambah.

Terbukti dari data yang didapatkan dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang, terdapat 506 pengungsi banjir yang mulai terserang berbagai macam penyakit.

Penyakit yang dialami para korban pun bermacam-macam, seperti diare, pusing, gatal-gatal, demam, batuk pilek, gangguan saluran pernapasan atau ISPA, sampai stres.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan, korban yang mengalami stres itu karena mereka terkejut.

Lantaran, banjir yang datang secara mendadak merendam rumah mereka.

"Dari 506 kasus yang ada di posko kesehatan, empat diantaranya sampai kita rujuk ke puskesmas, karena paling banyak mengalami stres. Para korban yang stres ini, sering pingsan karena banjir yang cukup tinggi merendam rumah mereka secara mendadak," terangnya di Puspemkot Tangerang, Kamis (6/2/2020).

Dalam penanganannya, pihak Dinas Kesehatan tidak menerjunkan langsung tenaga medis yang ahli di bidang trauma healing.

Melainkan, memanfaatkan tenaga medis yang sudah pernah menangani pasien dengan masalah kejiwaan.

"Kita kerahkan tenaga medis yang sudah pernah menangani pasien dengan masalah kejiwaan, mereka kami tempatkan di posko serta puskesmas, disana mereka akan melakukan trauma healing kepada para korban," terang Liza.

Menurutnya, persoalan stres ini pun memang pernah terjadi, terlebih di bilangan Kecamatan Periuk.

Rekonstruksi di Dekat Rumahnya, Novel Baswedan Tak Sempat Lihat Tersangka Penyiraman Air Keras

Rekonstruksi Kasus Novel Baswedan di Kelapa Gading Digelar Tertutup, Ini Kata Polisi

Sudah Dp Rp 23 Juta Padahal Nikah 9 Bulan Lagi, Korban Padamanda Aneh saat WO Bodong Balas Pesan Ini

Dimana warga yang biasanya di rumah kini harus ada di pengungsian selama berhari-hari.

Atau, ketika banjir datang secara tiba-tiba dan volume airnya cukup banyak tanpa ada persiapan dari warganya.

"Ini memang ada, makanya kami juga minta kepada para tenaga medis, untuk tetap jaga kesehatan, sehingga ketika mereka melayani para korban, bisa dengan ramah, senyum dan tidak stres," ucap Liza.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved