Polemik Pembangunan Hotel di TIM

Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Dihancurkan: Seni Itu Panjang Umur

Gedung opera Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat mulai dihancurkan, pukul 10.00 WIB, Kamis (6/2/2020).

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Gedung opera Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat mulai dihancurkan, pukul 10.00 WIB, Kamis (6/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gedung opera Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat mulai dihancurkan, pukul 10.00 WIB, Kamis (6/2/2020).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, dua mobil pengangkut alat berat beroperasi.

Atap-atap gedung Graha Bhakti Budaya ini mulai dihancurkan dengan mobil pengangkat alat berat.

Sejumlah petugas berpakaian lengkap mondar-mandir di lokasi.

Gedung Graha Bhakti Budaya ini berdekatan dengan Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Gedung tersebut juga berdekatan dengan bioskop XXI yang termasyhur dengan film dan harganya relatif terjangkau.

Itu pun jika dibanding dengan bioskop Metropole, Cikini, Jakart Pusat.

Sayangnya, gedung XXI tersebut juga telah dihancurkan.

Mural di Dinding Graha Bhakti Budaya TIM, Simbol Kerja sama Pemprov DKI dengan Kolombia

Mural berbentuk wajah manusia tersemat pada dinding gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Mural tersebut tampak warna-warni.

Hijau, merah, oranye, kuning, dan warna lainnya.

Panjang dinding yang tersemat mural ini sekira dua meter.

Dinding tersebut penuh dengan warna sehingga menarik perhatian yang melintas di area Taman Ismail Marzuki (TIM).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Kamis (6/2/2020), terdapat papan besi yang tertulis;

"Mural ini dipersembahkan muralis Kolombia Ledania bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Kolombia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta"

"Sebagai simbol hubungan baik dan bekerjasama antara Kolombia dengan Indonesia. 10 September 2018"

Gedung Graha Bhakti Budaya ini berdekatan dengan kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Mahasiswa IKJ, Andre (23), mengatakan mural tersebut berarti bagi sejarah gedung Graha Bhakti Budaya.

"Jangan sampai dihancurkan juga ini. Bagi saya, bangunan gedung Graha Bhakti Budaya ini sangat bersejarah," ucap Andre saat diwawancarai TribunJakarta.com, di area TIM, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

"Nah, sekarang ini bangunan sejarah di TIM tinggal kenangan," lanjutnya.

Meski begitu, Andre mengatakan kegiatan seni di TIM tak boleh berhenti.

"Bangunan sejarah boleh dihancurkan, tapi kegiatan seni harus tetap berjalan. Seni itu panjang umur sampai kapan juga," ucapnya.

Pembangunan Hotel di TIM

Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, menyebut pembangunan hotel di Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan usulan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kata Dwi, sapaannya, pihak Jakpro bersama Pemprov DKI pun telah berkonsultasi dengan arsitektur sekaligus pemenang sayembara revitalisasi TIM, Andra Matin.

"Ini usulan bersama, dalam diskusi tak ada satu orang pun yang mengusulkan. Juga sudah dikonsultasikan dengan Andra Matin," kata Dwi, saat dihubungi, Rabu (27/11/2019).

"Jadi, sebetulnya kalau ini sudah di-desain, ya ini desain bersama," sambungnya.

Di tempat terpisah, Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta, Sri Haryati, menyatakan revitalisasi TIM mulai dibahas pada 2007.

Kata Sri, sapaannya, Andra Matin memang tidak membuat desain hotel yang dimaksud.

Namun seiring berjalannya waktu, kata Sri, terjadi perubahan selama proses diskusi dengan sejumlah pihak.

"Kami melihat perkembangan desain. Tapi semua perubahan diskusi bersama," ucap Sri.

"Ini kan sudah dijelaskan sama pak Dwi, pembangunan revitalisasi TIM tentu mengikuti kebutuhan, dari mulai awal 2007 melakukan sayembara dan lain-lain," dia menambahkan.

Sri pun menyebut proyek pembangunan hotel di TIM ini telah berkonsultasi dengan Andra Matin.

"Ini semuanya juga sudah dengan proses pembahasan dengan pak Andra Matin selaku yang membuat desain dan lain-lain," ucapnya.

Deretan Kalimat Protes di Besi Pembatas Revitalisasi TIM: Parkir di mana Gua?

Proyek revitalisasi area Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat semakin gencar, Kamis (6/2/2020).

Papan pembatas yang tingginya sekira 200 sentimeter ini pun menutup rapat area revitalisasi.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pukul 09.00 WIB, terlihat beberapa coretan hingga grafiti seakan sebagai bentuk protes terhadap revitalisasi ini.

"Parkir di mana gua?" begitu satu di antara tulisan pada papan pembatas revitalisasi TIM.

Sebuah tulisan seperti dialog antara dua orang pun berada di sana.

Ditulis pada kertas cokelat berukuran kira-kira lebarnya 20 sentimeter dan tingginya 50 sentimeter.

"Kita mau tulis apa nih di sini. Itu aja, rencana mau bangun hotel," tertulis pada papan pembatas.

"Husst, jangan. Yaudah gak jadi. (Diam untuk beberapa waktu). Kasihan parkirannya habis," lanjut tulisan tersebut.

Bangunan Sejarah Tinggal Kenangan

Gedung opera Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat mulai dihancurkan, Kamis (6/2/2020) pagi.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, dua mobil pengangkut alat berat beroperasi.

Atap-atap gedung Graha Bhakti Budaya ini mulai dihancurkan dengan mobil pengangkat alat berat.

Sejumlah petugas berpakaian lengkap mondar-mandir di lokasi.

Gedung Graha Bhakti Budaya ini berdekatan dengan Kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Mahasiswa IKJ, Andre (23), mengatakan gedung Graha Bhakti Budaya ini merupakan bangunan bersejarah.

"Bagi saya, bangunan gedung Graha Bhakti Budaya ini sangat bersejarah," ucap Andre saat diwawancarai TribunJakarta.com, di area TIM, Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2020).

"Nah, sekarang ini bangunan sejarah di TIM tinggal kenangan," lanjutnya.

Meski begitu, Andre mengatakan kegiatan seni di TIM tak boleh berhenti.

"Bangunan sejarah boleh dihancurkan, tapi kegiatan seni harus tetap berjalan. Seni itu panjang umur sampai kapan juga," ucapnya.

Sementara itu, gedung tersebut juga berdekatan dengan bioskop XXI yang termasyhur dengan film dan harganya relatif terjangkau.

Itu pun jika dibanding dengan bioskop Metropole, Cikini, Jakart Pusat.

Sayangnya, gedung XXI tersebut juga telah dihancurkan.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved