Sopir Taksi Online Diduga Korban Salah Tangkap Mengaku Dipukuli, Polisi: Kami Profesional

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mochamad Irwan Susanto mengatakan, pihaknya sudah bekerja secara profesional.

TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Ari Darmawan, sopir taksi online yang diduga menjadi korban salah tangkap kepolisian, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pihak kepolisian membantah telah melakukan kekerasan fisik terhadap Ari Darmawan, sopir taksi online yang diduga menjadi korban salah tangkap.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mochamad Irwan Susanto, pihaknya sudah bekerja secara profesional.

"Kami tentunya profesional. Setiap orang bisa menyampaikan, tapi kan tentunya perlu dibuktikan," kata Irwan saat ditemui di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jumat (7/2/2020).

"Kami memang tetap perlu dikoreksi atau apa, tapi sampai saat ini kami belum mendengar itu," tambahnya.

Polisi, kata dia, menghormati proses hukum Irwan yang saat ini sudah memasuki tahap persidangan.

"Kita hormati saja proses hukum. Jika memang ada upaya-upaya sesuai hukum, tentunya kita hormati," ujarnya.

Sebelumnya, Ari mengaku mendapat kekerasan fisik saat menjalani pemeriksaan.

Saya dipukulin, dipaksa ngaku apa yang nggak saya lakukan," kata Ari seusai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2020).

Ari pun tak menyangka bakal diperlakukan seperti itu. Sebab, ia merasa tidak melakukan kejahatan pencurian dengan kekerasan seperti yang dituduhkan.

Halaman
1234
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved