Calon Pengantin Tertipu WO Bodong

Tipu dan Buat Malu Klien di Hari Pernikahan, Intip Penampakan Rumah Rp 1,2 M Milik Bos Pandamanda

Pemilik WO bodong Pandamanda Anwar Said membuat kliennya merasa malu di hari pernikahan. Uang mereka diduga dipakai Anwar Said untuk membeli rumah.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muji Lestari
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kantor wedding organizer Pandamanda di Jalan Pramuka Raya Nomor III, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (7/2/2020). (Inset) Anwar Said, pemilik WO Pandamanda yang sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan puluhan calon pengantin kliennya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Puluhan calon pengantin menjadi korban penipuan wedding organizer bodong Pandamanda milik Anwar Said (32).

Salah satu dari puluhan korban WO Pandamanda, adalah Isnaini (25).

Di hari pernikahannya pada tanggal 2 Februari 2020, ia harus menahan malu di depan ratusan tamu undangan yang telah datang.

TONTON JUGA

Isnaini mengatakan acara pernikahannya yang berlangsung di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ada di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, berlangsung seadanya dan serba dipaksakan.

Katering dan dekorasi pernikahan yang dijanjikan WO Pandamanda hanya isapan jempol belaka.

“Meja masih kosong katering enggak ada, sampai kami ulur waktu kan Pukul 19.30 WIB karena mulainya itu pukul 19.00 WIB,” kata Isnaini.

Selesai acara, Isnaini dengan keluarganya pun langsung mendatangi kantor WO bodong Pandamanda di Jalam Pramuka Raya, Pancoran Mas, Kota Depok.

“Langsung setelah acara kami langsung datangi dan ada orangnya dia lagi bangun tidur. Sedangkan dia sudah mempermalukan saya dan keluarga saya didepan orang banyak,” kata Isnaini.

Kapolres Metro Depok Kombes Azis Andriansyah mengatakan uang yang telah disetorkan para calon pengantin rupanya Anwar Said gunakan untuk keperluan lain.

Azas Tigor Lakukan Ini Saat Bahas Revitalisasi Monas, Ridwan Saidi Murka hingga Acara Dihentikan

TONTON JUGA

“Bukan untuk keperluan pernikahan,” beber Azis Andriansyah.

Azis Andriansyah mengatakan bahwa usaha pelaku mulai goyah pada tahun 2018 ketika dirinya membeli sebuah rumah seharga Rp 1,2 miliar menggunakan uang milik kliennya.

Rumah di Jalan Daya Guna, Pancoran Mas, Kota Depok, itu baru dibayar Rp 300 juta dan sisanya menyicil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved