Banjir Mulai Surut, BPBD DKI Jakarta Sebut Banyak Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Subejo mengatakan, ada 11 titik pengungsian akibat banjir.

Banjir Mulai Surut, BPBD DKI Jakarta Sebut Banyak Warga Masih Bertahan di Pengungsian
TribunJakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana permukiman Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur yang masih terendam banjir pada Sabtu (8/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Akibat banjir yang mengepung Jakarta pada Sabtu (8/2/2020) lalu, sebagian warga ibu kota terpaksa mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Subejo mengatakan, ada 11 titik pengungsian yang tersebar di ibu kota.

Rinciannya, sebanyak delapan lokasi pengungsian di Jakarta Timur, dua di Jakarta Selatan, satu lokasi di Jakarta Utara.

Banyaknya jumlah lokasi pengungsian di Jakarta Timur lantaran wilayah tersebut paling parah terdampak banjir, yaitu sebanyak 50 RW.

"Ketinggian air di Jakarta Timur sekira 10 sentimeter sampai 90 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi dan meluapnya Kali Ciliwung, Kali Sunter, Kali Buaran, dan Kali Jati Kramat," ucapnya, Minggu (9/2/2020).

Meski saat ini sebagian besar genangan di Jakarta telah surut, Subejo mengatakan, warga masih banyak yang bertahan di tempat-tempat pengungsian.

"Sebagian warga yang masih mengungsi tersebut lantaran menunggu pembersihan lokasi paacabanjir, yang mana air telah surut di tempat tinggal mereka," ujarnya.

Guna memenuhi kebutuhan para korban banjir, Subejo menyebut, pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan, mulai dari perlengkapan mandi, selimut, hingga air mineral.

"Dari BPBD, kami telah menyiapkan bantuan kebutuhan pokok, seperti air mineral, tikar, terpal, matras, biskuit, selimut, peralatan mandi, hingga perlengkapan anak-anak," kata dia.

"Semua yang dibutuhkan warga itu kami bantu siapkan," tambahnya.

Selain BPBD, bantuan bagi korban banjir juga datang dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP), kelurahan, dan kecamatan.

"Petugas gabungan juga mendistribusikan disinfektan untuk pemukiman warga uang terdampak banjir dan genangan, guna meminimalisir penyebaran penyakit pascabanjir dan genangan," kata Subejo.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved