Breaking News:

Suami Tikam Istri di Tangerang

5 Fakta Pembunuhan Istri di Tangerang, Pelaku Warga Hongkong dan Juragan Pabrik

Warga Periuk, Kota Tangerang digegerkan dengan pembunuhan sadis yang dilakukan suaminya kepada sang istri pada Sabtu (8/2/2020).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Suharno
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Jajaran Satreskrim Polsek Jatiuwung bersama Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring saat menyambangi lokasi pembunuhan di Kampung Nagrak, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Minggu (8/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PERIUK - Warga Periuk, Kota Tangerang digegerkan dengan pembunuhan sadis yang dilakukan suaminya kepada sang istri pada Sabtu (8/2/2020).

Pelaku bernama Edi (72) tega menikam istrinya sendiri, Yati (50) yang terpaut 20 tahun lebih muda.

Edi melancarkan aksi bengisnya di rumahnya sendiri yang berada di Kampung Nagrak, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang sekira pukul 02.00 WIB.

Warga yang mendengar teriakan anak korban dan pelaku pun langsung menyambangi rumah mereka dan menolong korban yang sudah bersimpah darah.

Belasan luka tusuk pun ditemukan di sekujur tubuh Yati.

Nahas, nyawa korban sudah tidak tertolong sesampainya di rumah sakit terdekat.

TribunJakarta.com pun berhasil mengumpulkan sejumlah fakta mengenai pembunuhan sadis tersebut.

1. 15 tusukan di tubuh korban.

Korban Yati (50) ditemukan tewas di kediamannya kawasan Kampung Nagrak, Kecamatan Periuk penuh luka tusukan di sekujur tubuhnya.

Diduga kuat, Yati dihabisi oleh pelaku Edi (72) yang merupakan suaminya sendiri.

Seorang warga sekitar, Dani (38) mengatakan kalau kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (8/2/2020) sekira pukul 02.00 WIB.

Ia mendengar langsung teriakan anak korban lantaran kala itu sedang melaksanakan ronda di dekat rumah korban.

"Denger, waktu itu sedang ronda tiba-tiba terdengar suara anak korban berteriak minta tolong dari dalam rumah," kata Dani dekat lokasi kejadian, Sabtu (8/2/2020).

Panik mendengar jeritan histeris seorang wanita yang meminta tolong, ia Dani bersama warga lainnya yang masih terbangun langsung menyambangi rumah korban.

Dani pun mengaku terkejut melihat Yati sudah tergeletak bersimbah darah di kamarnya.

"Disamperin sama warga juga kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat. Ada delapan luka tusukan di belakang dan tujuh luka tusukan di depan tubuh korban," kata dia.

2. Pelaku juragan pabrik di Tangerang.

Edi (72) pembunuh kejam istrinya sendiri bernama Yati (50) ternyata seorang juragan pabrik di Tangerang.

Satu diantara dua pabrik yang ia kelola adalah PT. Roda Mas yang dikelola oleh mendiang istrinya, Yati yang tewas penuh luka tusukan di sekujur tubuhnya.

Kisah cinta Edi dengan Yati bermula saat sejak 20 tahun lalu saat almarhum menjabat sebagai sekretaris di PT. Roda Mas.

Rasa cinta keduanya semakin menjadi-jadi sehingga keduanya memutuskan untuk menikah di tahun 2010.

Hingga sekarang keduanya dikaruniai seorang anak wanita yang berusia 17 tahun.

Seiring berjalanya waktu, entah apa yang terlintas di pikiran Edi hingga tega menghabisi wanita yang menemani hidupnya belasan tahun itu.

Muhayar salah seorang tetangga korban mengatakan sang istri sudah mengurus dua perusahaan yang dimiliki pelaku.

"Istrinya (Yati) yang membesarkan dua perusahaannya yang ada di sini (Periuk). Kalau Edi keseringan di rumah," ucap Muhayar di dekat lokasi kejadian, Sabtu (8/2/2020).

3. Pelaku ternyata warga asli Hongkong.

Edi (72) yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri Yati (50) ternyata merupakan warga negara Hongkong.

Menurut Muhayar warga sekitar, Edi yang merupakan warga asli Hongkong tersebut dikenal tertutup kepada tetangganya.

"Dia pendiam dan jarang sosialisasi sama tetangga. Warga asli Hongkong," kata Muhayar.

Muhayar menambahkan kalah Edi memang sudah lama tinggal di Indonesia, terutama Tangerang.

Kendati demikian, Muhayar berkata kalau pelaku belum fasih dalam berbahasa Indonesia.

"Pelaku memang sudah lama tinggal di sini. Nikah sama si ibu juga sudah sekitar 20 tahun, tapi dia belum bisa bahasa Indonesia," terangnya.

4. Ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan

Edi (72) diamankan petugas kepolisian tanpa perlawanan di rumahnya sendiri di kawasan Kampung Nagrak, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Kejadian berdarah itu terjadi pada Sabtu (8/2/2020) dini hari sekira pukup 02.00 WIB saat warga mendengar teriakan dari anak korban yang meminta tolong.

Ternyata, Edi yang berdarah asli negara Hongkong itu ditangkah di hari yang sama di tempat yang sama ia mencabut nyawa Yati, istrinya sendiri.

Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring mengatakan kalau Edi yang sudah uzur itu ditangkap di lantai dua rumahnya.

"Beliau (Edi) ditangkap di lantai dua rumahnya sendiri saat petugas berseragam dinas menyambangi rumahnya," kata Aditya, Minggu (8/2/2020).

Menurutnya, saat jajaran Polsek Jatiuwung mendatangi rumah tempat pembunuhan itu, korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga sekitar.

Sementara, Edi bertahan di lantai atas rumahnya tidak berusaha kabur.

"Pelaku masih bertahan, ada di dalam rumah tepatnya di lantai dua. Saat anggota memanggil pelaku untuk segera turun dari lantai dua dan pelaku menuruti," jelas Aditya.

Kini pelaku sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Jatiuwung bersama beberapa saksi.

5. Pelaku dalam kondisi mabuk.

Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, AKP Zazali, mengungkapkan, petunjuk baru terjait kasus suami yang menikam istrinya hingga tewas di Kampung Nagrak, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang,.

Zazali mengatakan, pelaku aliss Edi dalam kondisi mabuk lantaran sedang meminum minuman keras bersama Yati.

Saat itu suasana ceria, karena pasangan yang sudah memadu kasih belasan tahun itu tengah bercanda.

Bercanda menajdi petaka, entah apa yang dicandaai, korban melempar pelaku dengan asbak.

Pelaku naik pitam dan melancarkan aksi kejinya.

"Ribut suaminya keluar ngambil pisau langsung tusuk, pisau dapur," kata Zazali.

Kendati demikian, Zazali mengatakan kalau pelaku belum ditetapkan sebagai tersangka.

Zazali mengatakan, pelaku diduga mengalami gangguan mental, terlebih dalam kondisi mabuk saat menikam sang istri.

Hal itu berkaitan dengan pasal 44 KUHPidana, tentang bebas hukum bagi orang dengan gangguan jiwa.

"Statusnya belum, karena menunggu hasil tes psikis, bisa jadi dia 44, bebas hukum nanti," ujar Zazali.

Saat ini, Edi sedang menjalani pemeriksaan psikis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, untuk waktu yang belum ditentukan.

"Sementara belum kita amankan, sementara kita observasi. Karena diduga ada gangguan depresi. Belum dapat hasilnya kita. Nantikan dilihat tingkah lakunya sehari-hari. Pola makannya, kalau harinya rnggak ada patokannya lah ya," jelasnya.

Aparat juga sudah menyampaikan tindakan pemeriksaan psikis itu kepada keluarga.

"Cuma permasalahannya, keluarga juga sudah saya kasih tahu, gimana, keluarga juga mengerti. Karena kalau dipaksa di kita, dia depresi kan ganggu tahanan yang lain, makanya kita bawa ke Rumah Sakit Kramat Jati," jelas Zazali.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved