Breaking News:

Korban Miras Oplosan di Jakarta Timur

Cerita Keluarga Korban Miras Oplosan di Ciracas, Saat Dokter Sebut Harapan Hidup Tipis Hingga Pasrah

Duka cita menyelimuti keluarga Deni (41) dan Soni (34) yang meninggal diduga keracunan miras oplosan pedagang warung jamu dekat Kelurahan Ciracas.

Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pihak keluarga saat menunujukkan dokumentasi Soni (34) semasa hidup di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS -Duka cita menyelimuti keluarga Deni (41) dan Soni (34) yang diduga tewas keracunan miras oplosan racikan pedagang warung jamu dekat Kantor Kelurahan Ciracas.

Deni meninggal pada Sabtu (8/2/2020) sekira pukul 02.00 WIB di rumah, sedangkan Soni pada Senin (10/2/2020) sekira pukul 05.00 WIB di RSUD Kecamatan Ciracas.

Kakak sepupu Soni, Abdul Latip (41) mengatakan saudaranya sempat beberapa kali mendapat penanganan medis sebelum meninggal.

"Mulai sakit pas ikut melayat ke rumah Deni hari Sabtu. Bilang detak jantungnya cepat dan napas megap-megap, enggak lama dibawa ke Klinik," kata Abdul di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (10/2/2020).

Nahas kondisi Soni yang sudah menggigil dan mengalami sakit perut kadung buruk sehingga tak lagi bisa ditangani klinik.

Soni lalu dibawa pulang hingga akhirnya Ketua RT setempat menyarankan pihak keluarga membawa almarhum ke RSUD Kecamatan Ciracas untuk dirawat.

"Akhirnya dibantu pak RT dibawa ke RSUD Ciracas, di sana memang langsung ditangani. Akhirnya dari hari Sabtu dirawat di sana," ujarnya

Meski di RSUD Kecamatan Ciracas Soni mendapat penanganan maksimal, Abdul menuturkan saudaranya sudah terlambat ditangani.

Merujuk perbincangannya dengan dokter RSUD Kecamatan Ciracas yang menangani, harapan hidup Soni saat dirawat pada Sabtu (8/2/2020) tipis.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved