Breaking News:

Rencana Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, PP Muhammadiyah: Nilai Strategisnya di Mana?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menanggapi pembangunan terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral, Jakarta Pusat.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, saat diwawancarai awak media, di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menanggapi pembangunan terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral, Jakarta Pusat.

Proyek pembangunan tersebut merupakan wacana Presiden RI, Joko Widodo.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mempertanyakan hal tersebut.

"Saya agak mempertanyakan. Nilai strategis dari terowongan yang menghubungkan Istiqlal dan Katedral," ucap Abdul, saat diwawancarai awak media, di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Proyek pemerintah Indonsia tersebut dinamakan sebagai (Terowongan Silaturahmi).

Menurut Abdul, Terowongan Silaturahmi ini dinilai kurang penting.

"Menurut saya, yang dibutuhkan sekarang itu bukan silaturahmi dalam bentuk fisik dengan terowongan," ucap Abdul.

"Tapi yang diperlukan itu silaturahmi dalam bentuk infrastruktur sosial," sambungnya.

Lebih lanjut, Abdul mengatakan proyek pemerintah Indonesia ini merupakan basa-basi.

"Di mana pemerintah ini secara sungguh-sungguh membangun toleransi yang autentik, toleransi yang hakiki, bukan toleransi yang basa-basi," pungkas Abdul.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved