Breaking News:

Tak Ada Angin & Hujan, Kisah Korban Pohon Tumbang di Yogyakarta, Sang Istri Keguguran Hamil 8 Bulan

Melalui akun Twitter dan Instagram @bogalbogel, Endi terlihat menggendong jenazah Kenzo sambil mencoba tersenyum.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
ISTIMEWA/Kolase Twitter dan Instagram @bogalbogel
Curhat Pilu Korban Pohon Tumbang di Yogyakarta, Harus Kehilangan Calon Bayi: Maafin Papi ya 

"Malam ini papi kangen lagi sama kamu, mami hampir tiap malem nangis dan bangun kaget karena selalu mimpi pohon jatuh lalu keinget kamu.

Tapi gpp itu tandanya mami sayang bgt sama kamu," lanjut caption akun @bogalbogel.

Meski duka masih selimuti Endi dan istri, dia masih selalu bersyukur karena diberi keselamatan atas kejadian ini.

Namun, Endi mengaku tidak akan bisa kuat jika mengingat kisah ini.

"Alhamdulillah banget, saya bersyukur banget, saya dan istri masih diberi hidup untuk yang ke 2 kalinya,

kejadian itu sangat cepat,

saya dan istri melihat akar naik dan langsung menjatuhkan kami.

Saya dan istri ditimpa pohon sebesar itu.

Kalau cerita dan ingat saya ndak kuat lagi," cuit akun @bogalbogel.

Selain fokus untuk kesembuhan istrinya, Endi saat ini masih sibuk mengumpulkan donasi dan juga mencari tanggung jawab dari pihak terkait.

6 Orang jadi Korban Pohon Tumbang di Wates, Yogyakarta

Pohon sonokeling milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman tumbang pada Rabu (5/2/2020) 23.00 WIB berlokasi di jalan Yogya-Wates KM 4 Dusun Pelem Gurih RT 05/RW 11 Desa Banyuraden Kecamatan Gamping, Kabuaten Sleman.

Dikutip TribunJogja.com, Peristiwa ini mengakibatkan enam orang menjadi korban.

Humas Polsek Gamping, Aiptu Hariyanta menuturkan pohon tumbang diduga lantaran akar pohon tidak dapat berkembang secara maksimal karena di sekelilingnya berupa beton bangunan.

"Tidak ada angin dan tidak hujan pada waktu itu. Pohon tumbang melintang di tengah ruas jalan, arus lalu lintas harus ditutup sementara," katanya, Rabu (6/2/2020).

Ia menjelaskan kronologis kejadian yaitu, terdapat saksi yang mendengar suara benda jatuh dengan keras.

Ternyata benda yang terjatuh tersebut adalah pohon sonokeling yang berada di selatan tumbang ke arah utara.

Setelah itu, anggota kepolisian yang berada di Pos Lalu Lintas Pelemgurih, relawan Tim Reaksi Cepat (TRC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga membantu evakuasi pohon dan membawa korban ke rumah sakit terdekat.

"Pohon tersebut memiliki diameter kurang lebih 60 sm tinggi kurang lebih 10 meter, cuaca saat itu cerah tidak hujan dan tidak ada angin. Pohon tumbang diduga akibat perakaran dangkal atau rapuh," ucapnya.

Lokasi pohon tumbang tepat berada di sekitar traffic light simpang empat Pelemgurih.

Korban sebagian besar adalah pengendara yang berhenti di traffic light.

Untuk korban, lanjut Hariyanta, atas nama Huda Ardistya asal Godean, Rafika Lasando warga Ringinharjo Bantul, Erwin Kurniawan warga Ambarketawang, Reni warga Ambarketawang, Noval Azka Fabregas warga Ambarketawang, Endi Yogananto warga Gampingan, dan Isroni Silvia warga Gampingan Pakuncen.

(Tribunnews.com/ Siti Nurjannah Wulandari/ TribunJogja.com)

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved