Korban Miras Oplosan di Jakarta Timur

Penjual Miras Oplosan yang Tewaskan 2 Warga Ciracas Jakarta Timur Dagang Pakai Gerobak

Lurah Ciracas Jakarta Timur Rikia Marwan membantah keberadaan warung jamu yang jadi tempat Deni (41) dan Soni (34) membeli miras oplosan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Rumah duka Soni (34) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (10/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lurah Ciracas Rikia Marwan membantah keberadaan warung jamu dekat Kantor Kelurahan Ciracas Jakarta Timur yang jadi tempat Deni (41) dan Soni (34) membeli miras oplosan.

Namun saat dikonfirmasi pernyataan kakak sepupu Soni, Abdul Latip (41) yang menyebut penjual berkedok warung jamu menggunakan gerobak.

Rikia membenarkan adanya penjaja jamu yang kerap berdagang dekat kantor Kelurahan Ciracas di Jalan Raya Ciracas.

"Iya, infonya begitu, gerobak jamu. Tapi kalau warung jamu yang berbentuk kios dispanjang jalan depan Kelurahan enggak ada," kata Rikia saat dikonfirmasi, Selasa (11/2/2020).

Meski membenarkan, dia mengaku tak tahu gerobak jamu yang mangkal dekat kantornya menjajakan miras.

Terlebih sampai menjual miras oplosan yang sempat ditenggak Deni dan Soni sebelum tewas dalam keadaan mengenaskan.

"Infonya sudah beberapa bulan belakangan ini (gerobak jamu) hanya datang malam terus pergi lagi, jadi enggak menetap," ujarnya.

Menanggapi kasus tewasnya Deni dan Soni, Rikia menyesalkan petaka yang menimpa dan berjanji memperketat pengawasan.

Dia menyerahkan kasus tewasnya kedua korban kepada jajaran Polrestro Jakarta Timur yang kini dalam tahap penyelidikan.

"Kasus ini sedang diproses oleh pihak kepolisian. Untuk kedepannya kami akan melakukan operasi miras di wilayah kami dan mengimbau bahaya miras," tuturnya.

Sebagai informasi, pada Kamis (6/2/2020) Deni membeli dua bungkus plastik miras jenis Gingseng yang per kemasan dijual Rp 20 ribu.

Miras yang tak mereka campur apa pun itu diminum bersama, namun dari keempat orang Deni dan Soni menenggak lebih banyak.

Deni tewas pada Sabtu (8/2/2020) sekira pukul 02.00 WIB di rumahnya, sedangkan Soni pada Senin (10/2/2020) sekira pukul 05.00 WIB di RSUD Ciracas.

Saat Soni masih menjalani perawatan Abdul sempat membeli sebungkus plastik Gingseng di penjual yang sama tempat Deni membeli.

"Mereka pakai gerobak, di bawah gerobaknya banyak tumpukan plastik isi miras yang sudah dikemas. Saya enggak tahu jenis apa saja yang dijual," kata Abdul.

Dia yakin miras sudah dioplos karena bila umumnya Gingseng berwarna kuning, Gingseng yang dijual justru berwarna hitam.

Efek yang diderita Deni dan Soni pun sama, yakni sesak napas, menggigil, rasa sakit luar biasa di bagian perut, dan penglihatan buram.

"Saya enggak tahu campurannya, mungkin dicampur alkohol yang buat obat koreng kali ya. Karena efeknya terasa kurang dari 24 jam," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved