Tangan Tertancap di Pagar, Rintihan Ilham Disangka Hantu, Warga Tidak Berani Keluar

Beberapa warga yang tembok rumahnya bersebelahan dengan gang mengaku sempat mendengar rintihan tersebut. Mereka tidak berani keluar

Tangan Tertancap di Pagar, Rintihan Ilham Disangka Hantu, Warga Tidak Berani Keluar
Dokumentasi keluarga
Kondisi Ilham saat di rumah sakit dengan kondisi jari masih tertancap besi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Rintihan suara orang menangis di tengah malam terdengar di gang tanpa nama selebar 1,5 meter yang menghubungkan antara Jalan Jembatan Besi suatu wilayah di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat dengan permukiman warga.

Beberapa warga yang tembok rumahnya bersebelahan dengan gang mengaku sempat mendengar rintihan tersebut.

Namun, mereka tak ada yang keluar untuk mencari tahu sumber suara itu.

Warga malah menduga bahwa suara itu adalah rintihan makhluk halus sehingga memilih tetap berada di dalam rumahnya.

Usut punya usut, yang menangis itu adalah Ilham (22) yang merupakan salah satu warga di permukiman tersebut.

Ia menangis karena tak kuat menahan sakit saat selaput jari di telapak tangan kirinya tertancap besi pagar yang menutup gang tersebut.

"Soalnya anaknya itu enggak teriak minta tolong, tapi cuma nangis aja makanya warga juga jadi malah pada takut," kata Yati, salah seorang warga, Senin (10/2/2020).

Barulah, saat menjelang Subuh, warga yang hendak ke masjid melewati gang tersebut melihat bahwa suara rintihan itu berasal dari mulut Ilham.

"Pagar disini memang ditutup Pukul 01.00 WIB dan baru dibuka pas Subuh buat antispasi pencurian," kata Yati.

Halaman
123
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved