Food Story

Kuliner Khas Timur Tengah Harga Terjangkau di Cempaka Putih, Yuk Coba!

Owner and Founder Mandi Rice Cemput, Cindy Maharari Tumanggor, mengatakan harga yang dipatok sangat terjangkau.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Mandi Rice Cemput yang viral dan diminati banyak khalayak karena makanan khas Timur Tengah ini ramah di kantong. 

Tiada waktu untuk duduk di kursi.

Pembeli tersebut terdiri dari berbagai kalangan, pria dan wanita.

Satu di antara pembeli, Yati (50), mengatakan penasaran dengan nasi mandi tersebut.

"Penasaran setiap sore tempat makannya ramai dikerumuni orang. Saya lihat, boleh juga nih," kata Yati, di lokasi, Selasa kemarin (11/2/2020).

"Saya tadi beli nasi mandi dengan daging Ayam, Rp 35 ribu," lanjutnya.

Tempat makan yang sering kali disambangi youtuber ini beroperasi sejak pukul 17.00 WIB hingga waktu yang tak ditentukan.

Pengacara Hobi Kuliner Khas Timur Tengah

Owner and Founder Mandi Rice Cemput, Cindy Maharari Tumanggor, merupakan sosok ramah terhadap siapa saja.

Termasuk kepada pelanggannya.

Tempat usaha Cindy ini berada di Jalan Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat.

Usahanya dirintis sejak April 2019 hingga sekarang. Pun selalu ramai pembeli.

Menariknya, Cindy bukanlah lulusan tata boga. Melainkan mantan mahasiswa hukum Universitas Indonesia.

Cindy menceritakan awal perjalanannya merintis usaha kuliner khas Timur Tengah tersebut.

"Pertama, karena aku suka banget makanan Arab. Tapi as we know (seperti yang kita tahu), semua makanan Arab itu di atas Rp 100 ribu, kebanyakan good quality," kata Cindy, saat diwawancarai TribunJakarta.com, di Jalan Cempaka Putih Raya, Selasa (11/2/2020).

Cindy menyatakan, hampir tiap minggu menikmati kuliner nasi mandi atau nasi kebuli di restoran langganannya.

Namun suatu waktu, Cindy berkata restoran tersebut bangkrut.

"Akhirnya, restoran makanan nasi Arab itu, bangkrut. Bagaimana nih caranya aku bisa makan enak dan sehat," Cindy bercerita.

"Karena kan kalori dari beras basmati itu, lebih kecil daripada beras merah. Sebenarnya itu benar-benar bagus untuk orang yang diabetes," sambungnya.

Kemudian, Cindy mencoba peruntungannya dengan membuat nasi mandi seorang diri.

"Lalu aku bikin formula sendiri beberapa kali, gagal. Tapi akhirnya dapat yang pas, aku bawa nih ke kantor," kata Cindy.

"Terus teman-teman, 'eh aku beli deh'. Sebenarnya aku tidak mau karena banyak kerjaan. Akhirnya bikin free order, akhirnya banyak yang pesan," lanjutnya.

Hebatnya, pemesan nasi mandi besutan Cindy pun tak hanya dari lingkungan kantornya.

Setelah itu, banyak pemesan yang memesan nasi mandi buatan Cindy untuk acara hajatan.

"Bukan dari kantor saja, tapi dari luar. Karena dari mulut ke mulut. Ada yang pesan untuk pesta, arisan, dan sebagainya," beber Cindy.

"Akhirnya sekalian saja modal nekat, bikin gerobak di pinggir jalan. Pas itu, tiga hari sebelum bulan Ramadhan," sambung perempuan kelahiran 6 Juni 1995 tersebut.

Saat pertama kali buka usaha, lanjutnya, ternyata banyak peminat.

"Aku buka, banyak peminatnya. Kami bikin rasa nasi mandinya lebih ke cita rasa khas Indonesia. Tapi tetap ada rasa khasnya timur tengahnya," ujar Cindy.

Pembeli Unik, Menanyakan Nomor Baju

Owner and Founder Mandi Rice Cemput, Cindy Maharari Tumanggor, menyatakan pernah mengalami hal unik dari pelanggannya.

Cindy menyebut, beberapa di antara pelanggannya pernah meminta dirinya mengajarkan masak.

Bahkan, Cindy pernah ditanyai nomor bajunya.

"Kalau kami bisnis pasti ada saja yang aneh-aneh. Kayak saya ditanya rumah di mana, baju nomor berapa, pertanyaan yang tak masuk akal," kata Cindy, saat ditemui TribunJakarta.com, di Jalan Cempaka Putih Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Cindy pun mengatakan bingung menjelaskan hal unik tersebut kepada pelanggan yang melontarkan pertanyaan itu.

"Saya pengin jelaskannya juga bingung. Bolehkah saya diajarkan masak, lucu-lucu deh," ujar dia.

Bahkan, pelanggannya ada yang ingin meniru resep makanan besutan Cindy, (Mandi Rice Cemput) atau nasi mandi cempaka putih.

"Banyak yang ingin tiru-tiru. Tapi tidak bisa," kata Cindy.

Cindy mengatakan mencari resep atau formula khas Mandi Rice Cemput ini selama 30 hari.

"Kami cari formulanya ini tiga puluh hari. Agak susah tapi akhirnya ketemu," kata dia.

Usaha kuliner yang dirintis sejak April 2019 ini pun didukung keluarganya.

"Keluarga sangat mendukung. Untungnya mereka suka. Jadi kalau saya tidak jualan, mereka tidak bisa makan nasi mandi," ucapnya sambil tertawa.

Dia berharap, agar bisnis kulinernya ini dapat dikenal masyarakat.

"Lebih ke arah bisnis ini bisa nyerap daya teman-teman lain untuk inovasi. Berani dobrak, kita muda, punya pemikiran lain," ujar Cindy.

"Aku jualan ini murah bukan money oriented, tapi hobi saja. Mau makan sehat belum tentu tidak enak. Makan sehat pasti bisa enak dan murah juga," pungkasnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved