Formula E

Sirkuit Formula E di Monas Tak Permanen, Balapan Usai Langsung Dibongkar

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho memastikan lintasan balap atau sirkuit Formula E yang akan dibangun di Monas tak permanen.

Tayang:
ISTIMEWA/Tangkap layar Youtube/Michelin Passion
Ajang balap Formula E yang digelar di sekitar Stadion Olimpiade Beijing, China, September 2014. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho memastikan lintasan balap atau sirkuit Formula E yang akan dibangun di Monas tak permanen.

Sirkuti tersebut akan dibongkar setelah balapan mobil tanpa emisi itu usai.

Pembongkaran ini guna mengembalikan kondisi Monas sebagai kawasan cagar budaya.

"Khusus lintasan yang di tengah (kawasan Monas, red) yang dibongkar," ungkap Hari, Rabu (12/2/2020).

"Lapisan atasnya saja karena sifatnya tidak permanen," imbuh dia.

Pembangunan lintasan balap tersebut, khususnya di dalam kawasan Monas, sengaja dibuat tidak permanen oleh Pemprov DKI Jakarta.

Pasalnya, jalanan di lingkar dalam Monas terbuat dari susunan batu-batu alam atau coublles stones.

"Rencananya batu alamnya kita lapis dengan membran atau geotekstile, baru setelah itu kita layer hotmix," terang dia.

"Setelah selesai event nanti bisa dibongkar lagi lapisannya," sambung Hari.

Tak hanya di dalam area Monas, pengaspalan berlaku di Jalan Medan Merdeka Selatan yang akan menjadi lintasan.

Hal ini dilakukan guna menyesuaikan standar lintasan balap sesuai yang diatur oleh Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Sesuai aturan FIA, lintasan balap untuk ajang Formula E harus memenuhi standar grade 3, sedangkan untuk Formula 1 menggunakan aspal standar grade 1.

"(Jalan Medan Merdeka Selatan) akan dilakukan perbaikan lagi sesuai standar lintasan balap," kata Hari.

Hari enggan menyebut berapa anggaran yang dihabiskan Pemprov DKI Jakarta untuk membuat lintasan balap Formula E tersebut.

Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan kawasan Monas sebagai lokasi gelaran Formula E yang berlangsung pada 6 Juni 2020 mendatang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengirimkan surat berisi rancangan lintasan balap atau sirkuit yang akan digunakan dalam ajang balap tersebut.

Dalam rancangan tersebut, rute balap mobil bertaraf internasional ini akan melintasi kawasan Monas dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Sirkuit ini nantinya akan memiliki lintasan balap sepanjang 2,6 kilometer (KM) dan dipastikan akan melintasi sisi selatan Monas yang saat ini tengah direvitalisasi Pemprov DKI.

Tak hanya itu, untuk membuat jalannya balapan semakin seru, sirkuit ini dirancang memiliki 11 tikungan.

Dalam rancangan tersebut, Pemprov DKI juga berencana menambahkan wahana edukasi dan rekreasi publik soal teknologi ramah lingkungan di sekitar lintasan balap.

Menurut rencana, wahana tersebut akan berada di Jalan Silang Monas Barat Laut atau berada dekat Istana Presiden.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved