Tak Pernah Dijelaskan Konsep Naturalisasi, PSI: Pak Anies Lebih Tertarik Adakan Acara Festival

"Kami enggak pernah dapat penjelasan rinci naturalisasi itu. Tapi yang pasti naturalisasi itu lebih ke estetik," ucapnya, Rabu (12/2/2020).

Tak Pernah Dijelaskan Konsep Naturalisasi, PSI: Pak Anies Lebih Tertarik Adakan Acara Festival
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pemasangan turap dan pembetonan salah satu sisi Sungai Ciliwung di Bidaracina, Jakarta Timur, Rabu (11/11). Sebagian warga masih menempati lahan di pinggiran sungai dan belum dipindahkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengebut proyek revitalisasi sungai untuk menghadapi musim hujan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI Justin Adrian mengaku tak pernah diberi penjelasan soal konsep naturalisasi yang selama ini diusung Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ia pun menilai, program yang selama ini digadang-gadang oleh Anies ini melenceng dari fungsinya untuk mengendalikan banjir di ibu kota.

"Kami enggak pernah dapat penjelasan rinci naturalisasi itu. Tapi yang pasti naturalisasi itu lebih ke estetik," ucapnya, Rabu (12/2/2020).

Ia pun menduga, salah satu program unggulan Gubernur Anies Baswedan semasa kampanye dulu dikerjakan tanpa ada kajian mendalam.

"Naturalisasi sendiri belum pernah dijelaskan secara ilmiah konsepnya seperti apa, dampaknya seperti apa, dan contoh negara yang melakukan naturalisasi sebagai media penanggulangan banjir juga belum ada," ujarnya.

Menurut Justin, konsep naturalisasi yang kurang matang ini terjadi lantaran Gubernur Anies tak serius dalam mengatasi banjir di ibu kota.

Dibandingkan melakukan pencegahan banjir di wilayahnya, Justin menyebut, Anies lebih fokus menggelar acara-cara yang bersifat seremonial.

"Saya tidak yakin sampai akhir masa jabatan pak Anies ada perubahan siginifikan dalam rangka penanggulangan banjir," kata Anies.

"Karena mungkin dia lebih tertarik ke hal-hal festival," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved