Breaking News:

Korban Miras Oplosan di Jakarta Timur

2 Korban Miras Oplosan Kejang-kejang dan Buta, Dokter Polri: Diduga Dicampur Spiritus

Deni (41) dan Soni (34) diduga tewas keracunan miras oplosan jenis Gingseng racikan satu pedagang jamu dekat Kantor Kelurahan Ciracas.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Instalasi Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo (kiri) saat memberi keterangan di Jakarta Timur, Rabu (12/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Deni (41) dan Soni (34) diduga tewas keracunan miras oplosan jenis Gingseng racikan satu pedagang jamu dekat Kantor Kelurahan Ciracas.

Meski tewas di hari berbeda, Deni pada Sabtu (8/2/2020) dan Soni pada Senin (10/2/2020) mereka menunjukkan gejala keracunan serupa.

Yakni sakit perut, detak jantung cepat, kejang-kejang, penglihatan buram hingga buta sebelum akhirnya tewas secara mengenaskan.

Ilustrasi Miras
Ilustrasi Miras (Tribunnews.com)

Kepala Instalasi Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan keduanya gejala keracunan metanol.

"Diduga keracunan metanol, jadi minuman yang mereka minum dioplos dengan metanol," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2020).

Etanol sebenarnya merupakan jenis alkohol, namun penggunaannya dilarang dunia internasional dalam minuman berakohol.

Beda dengan alkohol jenis etanol yang kandungannya dipastikan ada dan diperbolehkan dalam setiap jenis minuman keras.

"Kalau metanol digunakannya untuk kebutuhan produksi. Contohnya seperti spiritus, itu metanol. Banyak disalahgunakan karena harganya murah," ujarnya.

Perihal penuturan keluarga Soni bahwa gejala keracunan muncul tak sampai 24 jam usai menenggak miras pada Kamis (6/2/2020).

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved