Korban Miras Oplosan di Jakarta Timur

2 Korban Miras Oplosan Kejang-kejang dan Buta, Dokter Polri: Diduga Dicampur Spiritus

Deni (41) dan Soni (34) diduga tewas keracunan miras oplosan jenis Gingseng racikan satu pedagang jamu dekat Kantor Kelurahan Ciracas.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Instalasi Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo (kiri) saat memberi keterangan di Jakarta Timur, Rabu (12/2/2020). 

"Sekira pukul 22.00 WIB tadinya mau beli tikar untuk tidur. Tapi pas lewat depan kantor Kelurahan almarhum (Deni) beli Gingseng," kata Hendra di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (13/2/2020).

Setibanya di kontrakan, Deni sudah menenteng dua bungkus plastik Gingseng yang per kemasan berisi satu liter.

Tak ada kecurigaan Gingseng berwarna hitam pekat yang mereka tenggak sudah dioplos pedagang dengan zat berbahaya.

"Mungkin dicampur minuman lain jadi warnanya hitam, tapi pas beli sudah begitu warnanya. Harga per bungkusnya Rp 20 ribu," ujarnya.

Baru saat tenggakan gelas keenam Hendra menuturkan dia merasa janggal dengan kandungan miras dan berhenti minum.

Dia merasa kesadarannya mulai terpengaruh dan akhirnya pamit lebih dulu meninggalkan Deni dan Soni yang masih bertahan.

"Beda dengan Gingseng yang pernah saya minum, 'naiknya' lebih cepat. Sebelum saya pergi Udin sudah lebih dulu pulang karena mau pulang kampung," tuturnya.

Meski hanya berdua, Deni dan Soni sanggup menghabiskan sisa miras yang mereka minum dengan wadah gelas air mineral.

Merasa tak puas, pada Jumat (7/2/2020) dini hari keduanya sepakat membeli miras jenis Gingseng dari pedagang yang sama.

"Habis itu mereka beli satu plastik lagi, dihabisin berdua. Jumat sore Deni mulai sakit, mau dibawa ke Puskesmas tapi enggak bisa karena enggak ada KTP," lanjut Hendra.

Upaya pihak keluarga membawa Deni ke RS Polri Kramat Jati kandas karena ketiadaan ruang rawat sehingga kondisi terus memburuk.

Detak jantungnya kian cepat, sakit luar biasa di bagian perut, kejang-kejang, penglihatan buram lalu buta hingga akhirnya meninggal.

"Meninggal di rumah hari Sabtu sekira pukul 02.00 WIB, siangnya dimakamkan. Waktu pemakaman Deni, almarhum (Soni) sebenarnya ikut," lanjut Hendra.

Nahas saat proses pemakaman gejala sakit yang dialami Deni sebelum tewas mulai menggerogoti tubuh Soni secara cepat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved