Korban Miras Oplosan di Jakarta Timur

Harapan Hidup Tenggak Miras Oplosan Spiritus Tipis, Dokter: 12 Sendok Sudah Mematikan

Metanol yang terkandung dalam cairan spirtus banyak ditemukan pada kasus miras oplosan karena mudah didapat dan harganya murah.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Polres Cianjur
Ilustrasi minuman keras yang dioplos 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Dua warga Kelurahan Ciracas, Deni (41) dan Soni (34) diduga tewas keracunan miras oplosan jenis Gingseng yang dicampur alkohol metanol.

Metanol yang terkandung dalam cairan spiritus banyak ditemukan pada kasus miras oplosan karena mudah didapat dan harganya murah.

Kepala Instalasi Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo penggunaan metanol dilarang karena mematikan.

"Alkohol ada etanol dan metanol, tapi yang diperbolehkan ada dalam minuman keras hanya etanol. Kalau metanol penggunaannya dilarang," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Kamis (13/2/2020).

Dalam dosis kecil metanol yang masuk tubuh memang bisa diurai organ hati, namun butuh waktu 77 jam untuk terurai setengahnya.

Yakni dari 100 persen hingga turun ke 50 persen, lalu 77 jam selanjutnya organ hati baru dapat mengurai 50 persen jadi 25 persen.

Nahas kebanyakan korban miras oplosan metanol tak bisa bertahan hingga 77 jam atau sudah tewas sebelumnya.

"Enggak sampai 24 jam efek metanol dalam tubuh sudah terasa. Paling tampak saat penglihatan berkurang, kalau dosisnya besar bisa bikin buta dan mati," ujarnya.

Edy menuturkan kebanyakan korban miras oplosan memang memiliki harapan hidup tipis bila tak segera ditangani.

Untuk bisa selamat, korban miras oplosan harus menggunakan alat bantu pernapasan dan melakukan prosedur cuci darah.

Namun penanganan medis ini butuh biaya mahal dan tak ditanggung BPJS Kesehatan sehingga kebanyakan korban akhirnya tewas.

"Dosis 20-60cc saja sudah mempunyai efek meracuni tubuh, lebih dari 60cc mematikan. 60cc itu sekitar 12 sendok makan," tuturnya.

Sebagai informasi, Deni dan Soni bersama dua temannya menenggak miras pada Kamis (6/2/2020) sekira pukul 22.00 WIB.

Namun sebelum dua bungkus plastik yang per bungkusnya dibeli seharga Rp 20 ribu habis, dua temannya lebih dulu pamit.

Setneg Izinkan Formula E Digelar di Monas, Anies Tak Pusing Lagi Cari Lintasan Balap

Dua Pemain Persija Jakarta Alami Hal Ini di Pemusatan Latihan Klub La Liga Spanyol Deportivo Alaves

Barbie Kumalasari Akui Kerap Dicurhati Lucinta Luna yang Depresi: Sering Dibully Termasuk Selebritis

Sementara Deni dan Soni yang kembali membeli satu bungkus plastik Gingseng lagi pada Jumat (7/2/2020) dini hari lalu mereka habiskan.

Deni tewas pada Sabtu (8/2/2020) sekira pukul 02.00 WIB, sementara Soni pada Senin (11/2/2020) sekira pukul 05.00 WIB.

Mereka diduga menenggak miras oplosan Spiritus karena mengalami sakit perut, penglihatan buram hingga buta, dan kejang-kejang sebelum tewas.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved