Ini Penjelasan Dinas Kesehatan Soal Riwayat Chikungunya di Tangerang Selatan

Tulus mengatakan, pada tahun 2015, chikungunya sempat mewabah di Pondok Aren. Jumlah penderitanya mencapai 75 orang

Ini Penjelasan Dinas Kesehatan Soal Riwayat Chikungunya di Tangerang Selatan
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Tangsel, Tulus Muladiono, di Gedung Farmasi, Jalan Insan Cendekia, Serpong, Tangsel, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy RahmanTohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Tangerang Selatan (Tangsel) memiliki riwayat penyebaran wabah chikungunya pada tahun 2015, sebelum kembali gempar pada awal tahun 2020 ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Tangsel, Tulus Muladiono saat ditemui usai memantau warga suspect chikungunya di Jalan Lamtoro, Pamulang Timur, Pamulang, Tangsel, Jumat (14/2/2020).

Tulus mengatakan, pada tahun 2015, chikungunya sempat mewabah di Pondok Aren.

Jumlah penderitanya mencapai 75 orang. Ia tidak ingat situasi yang memicu persebaran virus yang ditularkan nyamuk aedes aegypti itu.

"Pondok aren itu tahun 2015 pernah terjadi hampir 75 orang," ujar Tulus.

Meski baru muncul kembali pada 2020, Tulus menegaskan, wabah tersebut tidak bisa dinyatakan sebagai siklus lima tahunan.

"Tidak bisa disebut loma tahunan, spontan saja," ujarnya.

Ia mengatakan chikungunya bisa sembuh dengan sendirinya, jika daya tahan tubuh atau imun si penderita cukup kuat.

Kondisi semakin parah biasanya terjadi pada penderita usia lanjut karena jaringan sendi yang mulai melemah.

"Bahkan dia bisa sembuh sendiri. Dari imun seseorang kita melihat konteks usia. Usia lanjut itu jaringan sendinya diserang lebih hebat," jelasnya.

Baru 13 Hari Buka Toko Kelontong, Pria Ini Jadi Sasaran Bandit Jalanan

Perjuangan Istri Tua Abah Cijeungjing Cari Istri Muda, Punya 5 Calon hingga Bertemu dengan Teh Rita

Piala Gubernur Jatim 2020: Arema FC dan Persija Berambisi Rebut Posisi Puncak Grup B

Menurut data TribunJakarta.com yang berhasil dihimpun. Jumlah penderita chikungunya di Tangsel pada 2020 ini mencapai 130 orang.

Rinciannya adalah sebagai berikut: 70 orang di Kampung Rawa Lele, Jombang, Ciputat, dan 60 orang di Jalan Lamtoro, Pamulang Timur, Pamulang.

Data tersebut didapatkan berdasarkan keterangan Sofyan, Ketua RW 10 Kampung Rawa Lele, kelurahan Jombang, dan Ajat, Ketua RW 16 Jalan Lamtoro kelurahan Pamulang Timur.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved