Guru Pukul Murid di Depan Umum

KPAI: Guru Pelaku Kekerasan Murid SMA Negeri 12 Kota Bekasi Mesti Dihukum

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan kunjungan ke SMA Negeri 12 Kota Bekasi, pascaviral aksi kekerasan guru pukul murid.

KPAI: Guru Pelaku Kekerasan Murid SMA Negeri 12 Kota Bekasi Mesti Dihukum
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Komisioner KPAI Retno Listyarti di SMAN 12 Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan kunjungan ke SMA Negeri 12 Kota Bekasi, pascaviral aksi kekerasan yang dilakukan seorang guru benama Idianto terhadap sejumlah murid.

Kehadiran KPAI diwakili oleh Komisioner Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, ia datang dan langsung menemui Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Kota Bekasi untuk meminta penjelasan atas kasus kekerasan yang terjadi.

"Kami bertemu Kepsek dan meminta penjelasan, kronologis dan sebagainya dan saya tanya kepada sekolah apakah guru bersangkutan kerap melakukan cara-cara kekerasan dalam mendidik murid," kata Retno di Bekasi, Jumat, (14/2/2020).

Pihaknya melalui KPAD Kota Bekasi akan berusaha menemui orangtua korban untuk berkordinasi terkait kasus kekerasan tersebut.

Dari sudut pandang KPAI, Retno, menegaskan, kasus ini semestinya diusut melalui jalur hukum. Sebab, jangan sampai aksi kekerasan kepada siswa terulang apalagi sampai kekerasan itu dipertontonkan ke ratusan siswa di depan umum.

"Kalau kami semua yang seperti ini diproses saja hukum, jangan damai dong karena kalau damai itukan jika anak terlibat dengan anak, tentu bisa memang diminta diversi, tapi diversi jugakan tergantung korbannya bersedia apa enggak, kalau mediasi ya silahkan tapi jika ada unsur tindak pidana polisi bisa tanpa diadukan," tegas dia.

Sejauh ini, dia memastikan belum ada dari korban yang melaporkan kasus kekerasan yang dilakukan guru bernama Idianto ke kepolisian setempat.

"Kalau kami ya untuk efek jera mestinya di proses hukum saja, toh siapa tahu hukumannya tidak sampai 4 tahun tapikan proses itu mesti dilakukan," jelas dia.

Menurut dia, kasus seperti ini bisa diadukan ke polisi tanpa harus menunggu laporan dari orangtua korban.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved