Perbaikan Jalan Raya Cakung-Cilincing Tunggu Penyerahan Tanggung Jawab ke Pemprov DKI Jakarta

Perbaikan kerusakan di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara belum bisa dilakukan secara maksimal oleh pemerintah daerah setempat.

Perbaikan Jalan Raya Cakung-Cilincing Tunggu Penyerahan Tanggung Jawab ke Pemprov DKI Jakarta
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Banyak lubang di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (13/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.CILINCING - Perbaikan kerusakan di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara belum bisa dilakukan secara maksimal oleh pemerintah daerah setempat.

Pasalnya, kewenangan terkait jalan tersebut berada di pemerintah pusat.

Camat Cilincing Mohammad Andri mengatakan, sebenarnya perbaikan jalan rusak menjadi salah satu usulan prioritas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cilincing.

Namun, khusus di Jalan Raya Cakung-Cilincing masih belum bisa ditangani maksimal lantaran statusnya yang merupakan jalan nasional.

"Tadi (jalan rusak) masuk usulan prioritas kita, jalan-jalan utama itu. Tapi sekarang kondisinya, itu ( Jalan Raya Cakung-Cilincing) adalah jalan nasional," jelas Andri, Jumat (14/2/2020).

Andri menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu penyerahan tanggung jawab dari pemerintah pusat supaya pengerjaan bisa dilakukan.

"Jadi harus Kementerian (PUPR) menyerahkan dulu tanggung jawab itu ke Pemda DKI baru kita perbaiki," imbuhnya.

Ditambahkan Andri, apabila tanggung jawab dari pemerintah pusat telah diserahkan ke pemerintah daerah, maka pihaknya tidak hanya memperbaki jalan tapi juga saluran di sekitarnya.

"Sebenarnya kita usulkan itu bukan hanya jalannya, saluran kanan kiri juga, karena itu menjadi sarana dan prasarana," kata Andri.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah lubang di Jalan Raya Cakung-Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, mulai bertambah parah pascabanjir yang merendam jalan tersebut beberapa kali sejak awal tahun.

Belakangan, perbaikan sudah berulang kali dilakukan dengan menambal lubang-lubang di jalan itu menggunakan aspal.

Sayangnya, tambalan selalu rusak lantaran tidak cukup kuat dan tahan lama.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved