Guru Pukul Siswa di Bekasi

Siswa Korban Kekerasan di SMA Negeri 12 Kota Bekasi Perlu Pendampingan Psikologis

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) korban dan seluruh siswa yang saksikan guru pukul siswa dapat pendampingan psikologis.

Siswa Korban Kekerasan di SMA Negeri 12 Kota Bekasi Perlu Pendampingan Psikologis
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Komisioner KPAI Retno Listyarti di SMAN 12 Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengatakan, korban dan seluruh siswa yang menyaksikan langsung aksi kekerasan harus mendapatkan pendampingan psikologis.

Pendampingan psikologis ini berupa assessment atau proses penulusuran, siapa saja siswa yang mengalami trauma. Sebab, aksi kekerasan dilakukan oleh seorang guru di hadapan siswa lainnya.

"Kami minta diassesmen dengan psikososial jadi kami dari kpad akan berkaitan dengan dengan psikolog, karena ini berpengaruh, apalagi mereka kelas 12 mau ujian," kata Retno di Bekasi, Jumat, (14/2/2020).

Adapun aksi kekerasan sendiri dilakukan oknum guru bernama Idianto di lapangan sekolah, terdapat 172 siswa yang kala itu dihukum lantaran terlambat.

"Iya 172 ternyata ada juga yang olahraga pada saat peristiwa pemukulan, jadi yang olahraga kita coba untuk assesmen juga," jelasnya.

"Di assesmen siapa yang butuh psikologi berkelanjutan dan siapa yang tidak perlu. itu penting yaa agar anak-anak ini bisa melupakan peristiwa itu dan ujian dengan baik itu yang kita inginkan," tambah dia.

Dari sudut pandang KPAI, Retno, menegaskan, kasus ini semestinya diusut melalui jalur hukum. Sebab, jangan sampai aksi kekerasan kepada siswa terulang apalagi sampai kekerasan itu dipertontonkan ke ratusan siswa di depan umum.

"Kalau kami semua yang seperti ini diproses saja hukum, jangan damai dong karena kalau damai itukan jika anak terlibat dengan anak, tentu bisa memang diminta diversi, tapi diversi jugakan tergantung korbannya bersedia apa enggak, kalau mediasi ya silahkan tapi jika ada unsur tindak pidana polisi bisa tanpa diadukan," tegas dia.

Sejauh ini, dia memastikan belum ada dari korban yang melaporkan kasus kekerasan yang dilakukan guru bernama Idianto ke kepolisian setempat.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved