Trauma Banjir Awal Tahun 2020, Warga Cipinang Melayu Lebih Waspada Hadapi Banjir
Saat banjir dengan ketinggian lebih dari empat meter awal tahun 2020 lalu, Mista dan enam anggota keluarganya terjebak di rumah
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Banjir luapan Kali Sunter pada Rabu (1/1/2020) masih membekas di benak warga Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar.
Meski sudah puluhan tahun terdampak banjir luapan Kali Sunter, banjir di awal tahun 2020 itu hingga kini membuat warga cemas.
Mista (59), satu warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu mengatakan kini lebih waspada menghadapi banjir karena tak ingin terjebak di rumah lagi.
"Karena waktu banjir tanggal satu kemarin saya sekeluarga terjebak di rumah. Kita enggak menyangka kalau banjir kemarin parah," kata Mista di Makasar, Jakarta Timur, Minggu (16/2/2020).
Saat banjir dengan ketinggian lebih dari empat meter awal tahun 2020 lalu, Mista dan enam anggota keluarganya terjebak di rumah.
Selama 12 jam mereka terjebak tanpa persediaan makanan dan minuman yang cukup akhirnya dievakuasi petugas gabungan.
"Banjir dari jam 2 dini hari, baru dievakuasi sore hari. Paling kasihan sama dua cucu saya yang ikut terjebak. Makannya hari ini banjir lagi takut juga," ujarnya.
Sejak pukul 16.00 WIB saat tinggi air mencapai 80 sentimeter, Mista mulai mengambil tali tambang yang jadi modal evakuasi warga.
Tali tambang bakal dikaitkan dari satu tiang ke tiang lain dan jadikan tumpuan warga melawan derasnya luapan arus Kali Sunter.
"Kalau enggak pakai tali tambang susah untuk evakuasi. Waktu banjir tahun lalu saja petugas gabungan enggak berani masuk karena arusnya deras," tuturnya.
Pernyataan serupa dilontarkan Dana (35) yang juga terjebak saat banjir di awal tahun 2020 lalu karena terlambat mengungsi.
Terlebih seorang warga RW 04 meninggal karena terlambat mengungsi dan jasadnya baru bisa dievakuasi petugas gabungan pada sore hari.
"Biasanya kalau banjir sudah satu meter lebih langsung ada pemadaman listrik. Mudah-mudahan sih banjir hari ini enggak terlalu dalam seperti awal tahun," kata Dana.
Warga mulai bersiap
Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (15/2/2020) malam membuat aliran Kali Sunter di Kecamatan Makasar meluap.
Satu warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Mista (59) mengatakan air mulai menjamah permukiman warga pada Minggu (16/2/2020) pukul 15.30 WIB.
"Dari tadi malam air sudah mulai meluap, tapi enggak parah. Kalau yang sekarang banjirnya lebih dalam karena hujan deras dan air kiriman," kata Mista di Makasar, Jakarta Timur, Minggu (16/2/2020).
Derasnya hujan dan debit kiriman dari Bogor dan Depok membuat tinggi air yang merendam permukiman warga RW 03 dan RW 04 naik dalam waktu singkat.
Sejak pukul 16.00 WIB puluhan warga sudah bersiap memindahkan sepeda motornya dan memindahkan barang elektronik mereka.
"Kalau enggak cepat dipindahkan nanti repot. Namanya air kan naiknya enggak bisa diprediksi, apalagi kalau hujan makin deras," ujarnya.
• Diduga Hendak Tawuran, Puluhan Pemuda Bersenjata Tajam Diciduk Tim Pemburu Preman
• Pengakuan Pelaku Rekayasa Baku Hantam di Sarinah: Dibayar Rp 500 Ribu untuk Konten Youtube
• Kabur dari Kejaran Polisi, Remaja Pelaku Tawuran Ceburkan Diri dan Tewas Tenggelam di Danau Kodamar
Mista menuturkan warga memindahkan sepeda motor ke Jalan Haji Amsir yang konturnya lebih tinggi dan dekat Jalan Kalimalang.
Sejumlah warga lanjut usia didampingi anggota keluarganya pun bersiap mengungsi ke rumah tetangga yang letaknya lebih tinggi.
"Warga yang sudah mulai mengungsi sih ada, tapi belum banyak. Karena tinggi air kan belum satu meter juga, biasanya pas air sudah satu meter lebih baru mengungsi," tuturnya.
Pantauan wartawan TribunJakarta.com, hingga pukul 17.25 WIB tinggi air di permukiman warga RW 04 berkisar 80 sentimeter dan tampak berangsur naik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/banjir-kampung-melayu-minggu-1622020.jpg)