Korban Miras Oplosan di Jakarta Timur

Usai Dua Orang Tewas, Pedagang Miras Oplosan di Ciracas Berhenti Dagang

Lurah Ciracas Rikia Marwan, mengatakan warung berupa gerobak itu tutup tak lama kasus santer diberitakan media massa pada Senin (10/2/2020).

Usai Dua Orang Tewas, Pedagang Miras Oplosan di Ciracas Berhenti Dagang
Polres Cianjur
miras oplosan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Pedagang miras berkedok warung jamu yang hasil racikan mirasnya diduga jadi sebab tewasnya dua warga Kecamatan Ciracas tak lagi beroperasi.

Lurah Ciracas Rikia Marwan mengatakan warung berupa gerobak itu tutup tak lama kasus santer diberitakan media massa pada Senin (10/2/2020).

"Semenjak kejadian itu pelakunya juga sudah ditangkap, infonya begitu. Nanti katanya mau ada olah TKP juga dari polisi, tapi belum tahu kapan," kata Rikia di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (17/2/2020).

Informasi penangkapan pedagang miras tersebut dia dapat dari hasil koordinasi dengan jajaran Unit Reskrim Polsek Ciracas.

Lantaran jadi barang bukti, gerobak yang digunakan pelaku menjajakan miras kini diamankan dan baru digunakan saat olah TKP nanti.

"Gerobak masih ada di belakang bengkel depan SMAN 58, belum disentuh karena buat olah TKP infonya," ujarnya.

Merujuk keterangan dari jajaran Unit Reskrim Polsek Ciracas, Rikia menuturkan pedagang jamu terbukti menjual miras.

Pelaku sudah berjualan selama beberapa bulan di wilayah Kelurahan Ciracas dan hanya berdagang saat malam hari.

"Menjual jamu, tapi disisipkan oplosan. Datangnya hanya malam, setelah jam 8 dan hanya berdagang sebentar," tuturnya.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved