Cegah Kerusakan Ekosistem Laut, Pemkab Kepulauan Seribu Tertibkan Nelayan Pengguna Pukat Harimau

Penertiban dilakukan di sekitar perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Cegah Kerusakan Ekosistem Laut, Pemkab Kepulauan Seribu Tertibkan Nelayan Pengguna Pukat Harimau
ISTIMEWA/Dokumentasi Pemkab Kepulauan Seribu
Pemkab Kepulauan Seribu menggelar apel jelang penertiban nelayan yang menggunakan jaring trawl atau pukat harimau, Selasa (18/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU SELATAN - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar penertiban nelayan yang menggunakan jaring trawl atau pukat harimau.

Penertiban dilakukan di sekitar perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Penertiban dimulai dengan apel yang dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, pagi ini.

"Penertiban nelayan jaring trawl ini dilakukan berdasarkan Perda No. 8
tahun 2007 tetang Ketertiban Umum," kata Junaedi, Selasa (18/02/2020).

Juneadi menuturkan, penertiban nelayan yang menggunakan jaring trawl ini bertujuan untuk mencegah penangkapan ikan ilegal.

Selain merusak terumbu karang, penggunaan jaring trawl juga bisa merugikan nelayan lainnya di Pulau Lancang yang menangkap ikan dengan jaring pada umumnya.

"Penangkapan ikan dengan jaring trawl ini bisa merusak terumbu karang dan nelayan lainnya di Pulau Lancang," ucap Junaedi.

Adapun setelah apel, petugas dari Pemkab Kepulauan Seribu langsung bergerak menyisir perairan guna mencari nelayan yang menggunakan jaring trawl.

Penertiban ini berjalan dengan pengerahan personel gabungan dari sejumlah unsur terkait.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved