Mayoritas Buruh Pabrik, 18 Pengedar Narkoba Diringkus, Sasar Pelajar dan Pekerja di Tangerang

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku yang mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik ini diketahui pula bukan satu jaringan.

Mayoritas Buruh Pabrik, 18 Pengedar Narkoba Diringkus, Sasar Pelajar dan Pekerja di Tangerang
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
18 tersangka kasus narkoba yang diamankan Polresta Tangerang, Senin (17/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TIGARAKSA - 18 tersangka pengedar narkoba jenis sabu, obat-obatan terlarang dibekuk Polresta Tangerang.

Mereka kerap beropersi mendisrtibusikan narkoba jenis sabu di kawasan Tangerang raya.

Ke-18 tersangka tersebut merupakan tangkapan Polresta Tangerang sejak periode 1 sampai 16 Februari 2020.

Dari hasil pemeriksaan, para pelaku yang mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik ini diketahui pula bukan satu jaringan.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan mereka semua menyasar anak-anak sekolah hingga pekerja.

"Sasaran mereka ini anak sekolah dan pekerja. Untuk wilayah edarannya lebih ke pelosok Tangerang," ujar Ade di Mapolresta Tangerang, Senin (17/2/2020).

Menurut Ade, biasanya mereka melakukan transaksi di tempat-tempat yang ramai seperti parkiran umum.

Sekali transaksi, para pengedar biasa menjual barang haram tersebut sampai Rp 2 juta satu klip bening.

Sementara untuk obat-obatan lainnya yang mengandung psikotropika dijual sampai harga Rp 10 ribu dalam satu strip.

"Untuk sabu nilai jualnya sama seperti nilai beli, hanya saja, takarannya mereka kurangi. Harusnya satu gram, tapi jadi nol koma saja," jelas Ade.

Dari 18 tersangka tersebut, Polresta Tangerang telah mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 13,63 gram, daun ganja 2,26 gram, tramadol 127 butir, dan excimer 388 butir.

Pwra tersangka pun dikenakan pasal 114 dan 112 KUHPidana tentang penyalahgunaan narkoba.

Juga Undang-Undang Kesehatan pasal 196 untuk penggunaan obat obatan yang terlarang dengan maksimal hukuman 20 tahun penjara.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved