Breaking News:

Gerebek Penyelundupan Ganja di Pol Truk

Pesan 1 Ton Ganja Lewat Pol Truk di Cipayung, Bokir Mengaku Residivis Pencurian

Jhon Hari alias Bokir (39), pemesan 1 ton ganja yang diseludupkan lewat pol truk di Kelurahan Bambu Apus tertunduk lesu saat diamankan BNN.

TribunJakarta/Bima Putra
John Hari alias Bokir (39) saat diinterogasi Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Jhon Hari alias Bokir (39), pemesan 1 ton ganja yang diseludupkan lewat pol truk di Kelurahan Bambu Apus tertunduk lesu saat diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Dia digelandang dari gudang tempat penyimpanan ganja di Narogong, Kabupaten Bogor lalu tiba di pol truk Jalan Mabes Hankam sekira pukul 12.53 WIB.

Saat ditanya Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari apakah dia merupakan residivis, Bokir mengaku pernah mendekam di penjara.

"Nodong pak, satu kali masuk sel. Nodong di Loji, Bogor. Nodong doang pak, korbannya saya pojokin. Enggak begal pak," kata Bokir di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020).

Dia menghabiskan waktu dalam penjara selama 1,5 tahun sebelum akhirnya bebas dari vonis kasus pencurian disertai kekerasan.

Bokir menuturkan baru dua kali memesan ganja dan tidak tahu bahan serbuk merah yang membuat ganja tak terendus anjing pelacak.

"Saya enggak tahu itu (serbuk merah) dari apa pak. Waktu pengiriman sebelumnya sudah begitu juga. Ini baru yang kedua kalinya mesan," ujarnya.

Berulang kali ditanya, Bokir berdalih tak tahu racikan serbuk merah serupa tanah merah berbau menyengat yang menyelimuti paket ganja.

Ganja di Keranjang Buah Asal Aceh Mendarat di Tangerang Berjumlah 50 Paket Seberat 50 Kilogram

Ahok Disebut Lebih Piawai Tangani Banjir, Ketua DPRD: Wajar, Anies Jarang Blusukan

Sopir Bus Kecolongan Diselundupkan 4 Keranjang Buah Berisi Ganja dari Aceh ke Tangerang

Dia beralasan selama ini tak pernah bertemu langsung dengan pemilik ganja dan hanya berkomunikasi lewat sambungan handphone.

"Saya benar enggak tahu pak, dari pas dikirim sudah begitu. Ini saya disuruh ngambil sama orang, disuruh lewat handphone. Ada di handphone saya nomornya," tuturnya.

 
 

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved