Bantah Culik dan Sekap Perempuan, Ini Penjelasan LBH Apik

Kantor LBH Apik Jakarta digerebek 16 orang, beberapa waktu lalu. LBH dituduh sekap dan culik perempuan.

Bantah Culik dan Sekap Perempuan, Ini Penjelasan LBH Apik
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Kuasa Hukum LBH Apik Jakarta, RR Sri Agustine, saat diwawancarai awak media, di kantor LBH Jakarta, Rabu (19/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Kantor Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Jakarta digerebek 16 orang, beberapa waktu lalu.

Kuasa Hukum LBH Apik Jakarta, RR Sri Agustine, mengatakan insiden itu terjadi pada Rabu, 5 Februari 2020.

Sri, sapaannya, menyatakan sekelompok orang tersebut mengintimidasi dan menggeledah paksa anggota LBH Apik Jakarta.

"Lebih dari 16 orang mendatangi kantor LBH Apik di kawasan Jakarta Timur," kata Sri, saat konferensi pers, di kantor LBH Jakarta, Rabu (19/2/2020).

"Mereka tiba-tiba mengintimidasi dan menggeledah kawan-kawan LBH Apik Jakarta," sambungnya.

Beberapa di antara belasan orang tersebut, kata Sri, menuduh LBH Apik Jakarta melakukan penyekapan kepada seorang perempuan berinisial DW (21).

Sri mengatakan, DW sempat mendatangi kantor LBH Apik dua hari sebelum penggerebekan. Tepatnya pada Senin, 3 Februari 2010.

Di kantor LBH Apik, DW menyatakan bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik dari orang tuanya.

DW mendatangi kantor LBH Apik setelah mendapat surat rujukan dari Komnas Perempuan.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved