Breaking News:

Babak Baru Cawagub DKI Jakarta

Panitia Pemilihan Cawagub DKI Terbentuk Pekan Depan, Gerindra Pastikan Riza Patria Mundur dari DPR

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik menegaskan, Riza Patria siap mengundurkan diri dari keanggotaannya di parlemen Senayan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Ketua DPP Gerindra Ahamd Riza Patria 

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco pun menyebut, Riza merupakan sosok yang tepat untuk mendampingi Gubernur Anies Baswedan.

"Riza Patria salah satu yang menurut Golkar sangat layak untuk duduk di Wakil Gubernur mendampingi pak Anies Baswedan sebagai gubernur kita sekarang supaya jalannya pemerintahan eksekutif ini tidak pincang lagi dan tidak banyak blunder lagi," ucapnya, Senin (3/2/2020).

Sosok Riza yang sarat pengalaman di dunia politik dan pemerintah pun disebutnya bisa membantu Gubernur Anies yang kerap blunder dalam membuat kebijakan.

"Beliau sudah punya pengalaman, bukan orang baru lagi di dunia politik. Bukan orang baru lagi di dunia pemerintahan," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

3. Fraksi PSI Belum Tentukan Sikap

Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).
Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Berbeda dengan dua fraksi sebelumnya yang telah menentukan sikap, Fraksi PSI menyatakan diri belum mengambil keputusan siapa Cawagub yang akan mereka dukung.

Meski mengaku telah mengenal dua kandidat Wagub DKI, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Idris Ahmad mengatakan, pihaknya masih ingin mendorong adanya uji kelayakan dan kepatutan yang dilalukan secara terbuka.

"Kami sekarang sudah kenal (2 Cawagub DKI) dan apakah akan memilih satu? Syaratnya kami inginkan adanya proses terbuka dan kami ingin mendalami memampuan mereka lebih dalam mewakili konstituen kami," ucapnya, Senin (3/2/2020).

Ia pun menyebut, pihaknya tidak menutup kemungkinan tidak memberikan suaranya kepada salah satu Cawagub jika permintaan uji kepatutan dan kelayakan itu tidak dijalankan.

"Kami masih ada kemungkinan abstain ketika mereka tidak menjalankan secara terbuka dalam konteks uji publik studi," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved