Calon Pengantin Tertipu WO Bodong

Polisi Telusuri Aliran Dana Rekening Bos WO Pandamanda

Polisi tengah menelusuri aliran dana yang ada di rekening Anwar Said, pemilik wedding organizer (WO) bodong Pandamanda.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kantor wedding organizer Pandamanda di Jalan Pramuka Raya Nomor III, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (7/2/2020). (Inset) Anwar Said, pemilik WO Pandamanda yang sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan puluhan calon pengantin kliennya. 

"Itu diluar vendor ya. Kalau untuk vendor sampai saat ini belum ada yang mendatakan diri sebagai calon korban, tapi ada yang kesini untuk melihat proses hukum yang sedang berjalan," bebernya.

Terakhir, Azis mengatakan hingga saat ini Posko Aduan korban WO Pandamanda masih tetap dibuka, untuk melayani kemungkinan adanya calon korban lagi.

"Untuk posko sendiri sampai saat ini masih kami buka namun sudah tidak ada yang datang lagi. Untuk korban kalau masih ada yang lapor langsung kami persilahkan datang ke posko," pungkasnya.

Geledah rumah Bos Pandamanda

Polisi menggeledah rumah Anwar Said (32), bos wedding organizer (WO) Pandamanda di Jalan Daya Guna, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (10/2/2020) malam.

Penggeledahan ini guna menelusuri harta kekayaan bos WO Pandamanda yang diduga diraup dari hasil menipu puluhan korbannya.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah menjelaskan, pihaknya mencari dokumen serta pembukuan keuangan WO Pandamanda.

"Upaya kami menggeledah kembali rumah tersangka untuk mencari dokumen dan pembukuan keuangan," tutur Azis di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (11/2/2020).

Pihaknya berhasil menemukan sejumlah dokumen pembukuan keuangan WO Pandamanda yang diduga berkaitan dengan kasus penipuan tersebut.

"Sekarang sudah ada beberapa pembukuan keuangan yang sudah kami teliti."

"Tapi saya kira masih ada pembukuan lain yang nanti akan muncul berapa kerugian para klien atau keuntungan Pandamanda," tambahnya.

Terakhir, Azis berujar bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan secara gamblang berapa uang yang ada di pembukuan tersebut.

"Belum ya karena harus kami teliti dulu."

"Terkait rekening milik tersangka juga belum bisa dibuka, harus seizin yang bersangkutan dan Bank Indonesia."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved