Saling Ejek di Media Sosial Jadi Pemicu Tawuran Tewaskan Seorang Remaja 16 Tahun di Pasar Minggu

kedua kelompok warga berkomunikasi lewat aplikasi WhatsApp sebelum tawuran di Pasar Minggu.

WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Foto ilustrasi/Sejumlah pelajar kembali terlibat tawuran di Jalan Matraman, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tawuran antarwarga yang menewaskan remaja 16 tahun di Pasar Minggu ternyata dipicu aksi saling ejek di media sosial.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, kedua kelompok warga berkomunikasi lewat aplikasi WhatsApp sebelum tawuran.

"Yang pasti awal tercetusnya tawuran karena ada ajakan di WA untuk bertemu. Mungkin sebelumnya ada ejek-ejekan," kata Budi saat merilis kasus ini, Jumat (21/2/2020).

Konferensi pers ungkap kasus pengeroyokan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jumat (21/2/2020).
Konferensi pers ungkap kasus pengeroyokan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jumat (21/2/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Korban berinisial RH meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di punggungnya.

"Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dekat sebuah apotek," tutur Budi.

Sehari kemudian, Unit Reskrim Polsek Pasar Minggu menangkap lima orang pelaku pengeroyokan.

Di samping itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa celurit dan parang.

"Kelima pelaku inisialnya RA, BN, AS, IBF, dan D. Masih ada dua orang lagi DPO," ujar Budi.

Ia menjelaskan, kelima pelaku memiliki peran masing-masing saat mengeroyok korban.

Halaman
12
Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved