Terluka Hingga Patah, Pak Tua Ini Muliakan Pelaku di Kamar Jenazah 45 Hari Kemudian

Setelah kain putih disingkap, Wakid (61) membungkukkan badan lalu bersikap mulia di depan mayat pria bertato yang terbaring di kamar jenazah.

Terluka Hingga Patah, Pak Tua Ini Muliakan Pelaku di Kamar Jenazah 45 Hari Kemudian
Tribun Medan
Wakid (61), warga Tanjung Morawa di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Kamis (20/2/2020). (Inset) Wakid mencium tangan mayat Muhammad Mukmin Mustakir (22) yang ditembak polisi karena membegal korbannya pada Rabu (19/2/2020) malam. Mukmin lah orang yang membegal dan membacok tangan Wakid hingga putus pada Selasa, 7 Januari 2020 sekitar pukul 06.30 WIB. 

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Setelah kain putih disingkap, Wakid (61) membungkukkan badan lalu bersikap mulia di depan mayat pria bertato di depannya.

Jasad Muhammad Mukmin Mustakir sejak Rabu (19/2/2020) malam, terbaring di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Mukmin tercatat sebagai karyawan swasta dan tinggal di Jalan Camar 13, Kelurahan Tangguk Bongkar, Medan Area.

Wakid masih ingat jelas kejadian pada Selasa, 7 Januari 2020, sekitar pukul 06.30 WIB itu.

Tangan kanan Wakid patah hingga harus disangga kain, tapi ia rela mencium tangan Mukmin yang telah membacoknya. 

"Saya memang berniat untuk cium tangan pelaku kalau tertangkap, mau hidup atau mati," ucap Wakid sambil beranjak keluar dari ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan pada Kamis (20/2/2020).

Apes di Selasa Pagi

Warga Tanjung Morawa ini setelah dibegal menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan Johor.

Tribun Medan sempat mewancarai Wakid yang masih terbaring di ranjang pasien pada Rabu (8/1/2020) silam.

Tangan Wakid masih terpasang infus, tubuhnya tertutup selimut hijau.

Halaman
1234
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved