Langkah Mendagri Tito Karnavian Mendapat Apresiasi Terkait Optimalisasi Dana Desa

Intinya, menurut Mendagri, dana desa itu harus dipakai secara tepat sasaran guna membangun desa, sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.

Dok. Kemendagri
Mendagri Tito Karnavian saat menggelar pertemuan dengan KPK bicarakan penjagaan anggaran. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian merespons cepat arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengoptimalkan dana desa melalui pembelanjaan yang memiliki multiplier effect tinggi, berupa program padat karya.

Dengan demikian diharapkan hal itu akan segera berdampak pada perekonomian masyarakat khususnya di perdesaan, dan segera terasa dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Yang menarik, mekanisme sosialisasi Mendagri agar arahan Presiden tersebut segera ditangkap dan dilaksanakan dengan tepat oleh kepala daerah yang jumlahnya 74 ribu di seluruh Indonesia itu, patut dipuji.

Menurut Tito, dirinya menyampaikan kepada Presiden bahwa akan sangat efektif bila sekali-sekali para kepala desa tersebut dikumpulkan.

“Tetapi kalau mengumpulkan 74 ribu kepala desa serentak di Jakarta tentunya repot,” kata Tito saat memberikan sambutan pada acara Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pemanfaatan Dana Desa Tahun 2020, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/2/2020).

Untuk itulah, kata dia, mekanisme sosialisasi ke seluruh kepala desa itu dibuat per provinsi. Semua dilakukan hanya dalam dua pekan.

“Kita buat tim-tim dalam tiga gelombang, sehingga 33 provinsi itu kita sentuh semua. Gelombang pertama ada sembilan provinsi, gelombang dua, tujuh provinsi. Gelombang ketiga 17 provinsi dalam waktu dua minggu,” ujar Mendagri.

Untuk itu, kata Mendagri, dibentuk tim khusus antarsektor yang melibatkan Kemendagri, Kemenkeu dan Kemendes. Tiga kementerian itulah yang terkait erat dengan dana desa.

Dengan cara itu Mendagri berharap dana desa yang jumlahnya Rp72 triliun plus dana-dana lainnya yang mengalir untuk pembangunan perdesaan, dapat berfungsi optimal.

Intinya, menurut Mendagri, dana desa itu harus dipakai secara tepat sasaran guna membangun desa, sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.

“Sehingga kemudian dana desa ini bisa berputar dan masyarakat juga yang menikmati,” kata Mendagri Tito.

Dengan kalimat sederhana Tito mengatakan, dirinya dan jajaran Kemendagri menginginkan agar para pejabat di daerah secepat mungkin memastikan bahwa warga mereka cukup makan, cukup beras dan cukup uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Tito yakin, bila dana tersebut secepatnya mengalir, beredar dan menggerakkan perekonomian hingga ke desa-desa, dipastikan akan timbul daya tahan ekonomi di masyarakat.

Gebrakan Tito tersebut direspons positif oleh masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved