Banjir yang Rendam Kampung Melayu Selama Tiga Hari Makin Surut, Warga Mulai Bersih-bersih

Setelah tiga hari tergenang banjir, sebagian warga RW 4 dan RW 5 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur mulai bersih-bersih.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Suasana banjir di RW 5 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur yang mengalami penyurutan, Minggu (23/2/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Setelah tiga hari tergenang banjir, sebagian warga RW 4 dan RW 5 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur mulai bersih-bersih.

Pantauan TribunJakarta.com, air di permukiman warga RT 13/4 dan RT 11/5 sudah mengalami penyurutan.

Sebelumnya pada Sabtu (22/2/2020) sore, air menggenangi permukiman warga sekira 70 cm.

Namun, pada Minggu (23/2/2020) air mengalami penyurutan sekira 30 cm.

Lia satu diantara warga RT 11/5 menuturkan sejak banjir memasuki rumahnya pada Kamis (20/2/2020) lalu, air sudah mengalami penyurutan.

Ia bersama suaminya yang merupakan ketua RT pun melakukan pembersihan.

"Kemarin ketinggian air lebih dari 70 cm. Ini baru surut dan saya masih bersih-bersih. Saya juga enggak tahu ini sudah berapa kali bersih-bersih. Sebab, setiap sudah dibersihkan, pasti air masuk lagi. Hari ini baru benar-benar surut," katanya di Jakarta Timur, Minggu (23/2/2020).

Sementara itu, Unus warga lainnya menuturkan rumahnya sudah tak tergenang air.

Letak rumahnya yang jauh lebih tinggi membuat air tak lagi masuk ke dalam rumahnya sejak pagi ini.

"Baru pagi ini. Kemarin kalau 70 cm masih kena ke dalam rumah. Karena saya rumahnya sudah agak naik dibandingkan di bawah makanya pagi ini sudah surut. Tali evakuasi di tiang listrik juga sudah di lepas satu, menyesuaikan dengan genangannya sampai kemana," jelasnya.

Selain itu, satu diantara petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kampung Melayu, Iqbal juga menuturkan sebagian warga RW 7 dan RW 8 yang sempat mengungsi juga sudah kembali ke rumah.

"Setahu saya yang RW 7 dan 8 sebagian sudah balik ke rumah. Kan di RW 5 juga sudah surut. Pokoknya patokannya ada di RW 5 itu. Sebab dia dataran paling rendah di sini," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved