Breaking News:

Kisah Kakek 71 Tahun Gendong Puluhan Siswa Hanyut saat Susur Sungai: Saya Sedih Lihat Mereka Terluka

Sebuah kisah dari seorang kakek berusia 71 tahun, yang ikut menyelamatkan sejumlah siswa yang hanyut saat melakukan susur sungai di Sungai Sempor.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Tangkapan Layar TribunJogja
Mbah Sudiro, warga Dukuh, Donokerto,Turi yang turut membantu Kodir saat menyelamatkan siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat susur sungai beberapa waktu lalu (Tribun Jogja/ Christi Mahatma). 

Aksi Heroik 2 Siswa SMPN 1 Turi Selamatkan Rekan

Satu di antara peserta susur sungai siswa SMP Negeri 1 Turi, Ahmad Bakir menceritakan awal mula para peserta berkumpul di sekolah.

Dikutip TribunJakarta dari Kompas.com, para peserta berangkat dari sekolah ke Sungai Sempor sekira pukul 15.00 WIB.

"Berangkat dari sekolah ke Kali Sempor itu sekitar jam 15.00 WIB," ujar Bakir saat ditemui di SMP Negeri 1 Turi, Jumat (21/2/2020).

Siswa kelas 8 ini menyampaikan, saat berangkat dari sekolah kondisi hujan deras.

Namun, ketika sampai di Sungai Sempor, hujan mulai reda.

"Kegiatannya itu susur sungai. Saat reda kita turun ke sungai," katanya.

Awalnya, saat mulai susur sungai, Bakir berada di paling belakang.

Namun, perlahan mendahului hingga berada di depan.

Bertakziah ke Rumah BCL, Baim Wong Menyesal Sia-siakan Kesempatan Bertemu Ashraf: Dia WhatsApp Saya

Menurut dia, kedalaman air saat susur sungai bervariasi, ada yang sekitar 50 sentimeter dan ada pula yang satu meter.

Setelah beberapa saat menyusuri sungai, hujan gerimis datang.

Setelah itu tiba-tiba datanglah air bah dari arah hulu dan mengakibatkan sungai tempat mereka melakukan penelusuran banjir.

"Enggak terasa, tiba-tiba air datang," ucapnya.

Gunakan Akar Pohon untuk Menolong

Bakir mengungkapkan saat banjir datang, kebetulan ia sudah berada di atas bibir sungai bersama temannya, Danu Wahyu.

Ia mengaku tidak mengetahui pasti berapa siswa yang hanyut terbawa arus.

Namun ia mengatakan temannya semapat menolong peserta yang tenggelam.

"Kalau yang hanyut saya tidak tahu, tapi ada yang tenggelam sempat ditolong teman saya (Danu)," bebernya.

Mengetahui kejadian itu, Bakir pun lantas berteriak agar teman-temannya tetap berpegangan yang erat pada sebuah kayu.

Proses evakuasi siswa SMPN 1 Turi Sleman yang hanyut saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor Sleman, Jumat (21/2/2020)
Proses evakuasi siswa SMPN 1 Turi Sleman yang hanyut saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor Sleman, Jumat (21/2/2020) (Tribun Jogja/ Andreas Desca)

Selain itu, ia juga meminta teman-temannya tidak panik.

"Yang di tengah itu panik, terus saya teriak agar jangan panik. Kalau panik kan makin susah," ungkapnya.

Bakir yang berada di atas serentak berusaha membantu teman-temanya.

Ia mencari benda yang ada di bibir sungai untuk dipergunakan menolong.

"Saya langsung cari akar yang panjang, lalu saya lempar ke teman yang di tengah. Satu-satu tarik ke pinggir, ada enam yang tadi saya tarik," katanya.

Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Sleman Hanyut, Sri Sultan HB X: Kenapa Musim Hujan Ada Susur Sungai

Bakir mengungkapkan, saat kegiatan susur sungai, ada pembina pramuka yang mendampingi.

Posisinya berada di belakang dan tengah.

Nekat Ceburkan Diri ke Sungai

Tak cuma Bakir yang berusaha menolong rekan-rekannya.

Hal serupa juga dilakukan Danu yang saat itu berada di atas bibir sungai bersama Bakir.

Danu Wahyu, siswa kelas 8, menuturkan, saat kejadian posisinya berada di bibir sungai.

"Saya kan naik ke permukaan. Jadi posisi saya tidak di dalam sungai saat kejadian," ungkapnya.

Saat banjir bandang datang, lanjutnya, dia sempat melihat beberapa temannya tenggelam.

Melihat hal itu, Danu spontan langsung melompat ke dalam sungai.

Pelatih Gym Beri Kesaksian di Malam Sebelum Ashraf Sinclair Wafat, Sempat Menyapa hingga Bercanda

"Lihat ada yang tenggelam terguling-guling, saya langsung lompat berenang. Saya tarik dua yang perempuan ke pinggir, sama satu yang (pegangan) batu di tengah (sungai)," ungkapnya.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak 250 siswa SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Turi, Sleman.

Saat melakukan kegiatan para peserta terjebak banjir yang datang secara tiba-tiba dari arah hulu.

Diketahui sejumlah siswa dinyatakan hanyut.

Berdasarkan informasi terkini, jumlah siswa yang meninggal dunia sebanyak 7 orang.

Sedangkan 3 orang lainnya masih belum ditemukan.

(TribunJakarta/Kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved