Rian Bunuh Janda Kaya untuk Kuasai Harta Korban, Gunakan Hasil Merampok untuk Foya-foya di Bali

Rian sempat mencongkel lemari tempat penyimpanan uang milik Miratun, namun tidak menemukan apa pun.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Miratun (65) alias Soton ditemukan dalam kondisi tidak wajar. Warga Lingkungan 6, Desa/Kecamatan Ngunut ini tidak bernyawa, dalam gulungan kasur lipat, Jumat (14/2/2020) dini hari. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kedok perilaku dingin Rian Dicky F (26), pembunuh janda kaya Tulungagung bernama Miratun (68) akhirnya terkuak setelah ditangkap Polres Tulungagung.

Rian Dicky F yang juga pria Kalimantan berstatus duda dua kali ini menghabiskan uang hasil merampok emas Miratun untuk foya-foya, di antaranya ke Bali serta menyenangkan kekasihnya di Surabaya.

Seusai membunuh dan mempreteli anting, kalung dan gelang emas korban, Rian kabur lewat Malang, kemudian ke Surabaya.

Emas hasil rampokan itu dijual Rian Dicky F di sebuah mal yang ada di Surabaya seharga Rp 15 juta.

Dari hasil kejahatannya, uang itu digunakan Rian untuk membayar kos yang ditempati kekasihnya di Jalan Nias Surabaya, dan sisanya untuk bersenang-senang.

"Dia sempat jalan-jalan ke Bali dari uang hasil kejahatannya.

Dari Bali dia balik lagi ke Surabaya," tutur Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Senin (24/2/2020).

Kini, Rian Dicky F telah menjadi tersangka pembunuh Miratun, janda kaya raya tanpa anak warga Lingkungan 6, Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Tulungagung.

Menurut EG Pandia, Rian telah merencanakan mencuri di rumah Miratun.

"Awalnya dia memang berencana hanya mencuri saja, bukan untuk membunuh korban," terang EG Pandia.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved