Breaking News:

Siswi SD Dicabuli Oknum Kepala Sekolah, Modus Pelaku Pacari Korban Hingga Ancam Sebar Foto Syur

Seorang kepala sekolah SD di Kuta Utara, Badung, Bali, IWS (43) menjadi pelaku pencabulan terhadap siswinya.

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Kompas.com
Ilustrasi 

Guru tersebut mengungkapkan, korban telah disetubuhi IWS sejak masih kelas VI SD.

Sehingga, tersangka sudah berulang kali menyetubuhi korban.

Laurens mengatakan, tersangka berjanji kepada korban untuk dijadikan pacar.

Janji tersebut digunakan IWS untuk merayu korban agar menurutinya berhubungan badan.

"Motifnya, pelaku menyukai korban dan menjadikan korban sebagai pacar," ungkapnya, dikutip dari Kompas.com, Senin (24/2/2020).

Menurutnya, IWS menjalankan aksinya tersebut di tempat yang berbeda-beda.

Tempat tersebut mulai dari ruang kepala sekolah SD negeri di wilayah Kuta Utara, Badung dan rumah tersangka.

Bahkan, korban juga sempat diajak ke beberapa penginapan di wilayah Kuta Utara.

“Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Bahkan tidak hanya sekali pelaku juga mengaku mengajak korban berhubungan di rumah dan di beberapa penginapan,” ujar Laurens, dikutip dari TribunBali.com, Senin.

Kronologi Berhubungan Intim

IWS pertama kali melakukan aksinya itu di ruang kepala sekolah.

Saat itu, IWS memanggil korban, dan memaksa korban untuk melayaninya berhubungan intim.

“Intinya saat itu dia disuruh berhubungan, mungkin juga ada paksaan hingga korban mau melakukannya,” kata Laurens.

Pelaku juga melakukan hubungan intim dengan korban di beberapa tempat, di antaranya di ruangan tempat les pelaku di wilayah Dalung, Kuta Utara.

“Pelaku ini kan membuka les di rumahnya. Jadi mungkin di sana pelaku diajak, termasuk disewakan tempat,” jelasnya.

Laporan Orangtua Korban

Saat guru pembina memberitahu orangtua korban, ayah korban langsung menanyakan kebenaran informasi tersebut.

Korban pun akhirnya mengakui perbuatan bejat IWS kepadanya.

Orangtua korban lalu melaporkan IWS ke Polres Badung, Sabtu (22/2/2020) dengan laporan tindak pidana persetubuhan terhadap anak.

“Setelah menerima laporan, saya pun perintahkan anggota unit PPA Satreskrim Polres Badung, dipimpin oleh Kanit IV Reskrim Ipda Komang Juniawan melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku."

"Kami kemudian amankan pelaku di tempat tinggalnya di Perumahan Dalung,” ujar Laurens.

Sosok Perempuan Pakai Rok Saat Kodir Tolong Siswa Hanyut Dianggap Penampakan, Terkuak Faktanya

Begal Sasar Warteg 24 Jam 2 Kali Terjadi Sebulan di Jakbar, Pelaku Gasak HP Rusak 7 Tempe Sebaskom

Warga Kampung Arus Minta Pemprov DKI Jakarta Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung

Hendak Salat Subuh, Warga di Depok Malah Temukan Pria Gantung Diri

Jalani Sidang Perdana Nikita Mirzani Resmi Jadi Terdakwa, Fitri Salhuteru Ungkap Fakta: Menarik

Menon-aktifkan

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Badung, I Ketut Widya Astika, mengaku akan melakukan proses sesuai aturan yang berlaku

“Ya saya sudah dengar. Namun kita di dinas pendidikan menonaktifkan yang bersangkutan karena masih dalam proses,” jelasnya, Minggu.

Ia sangat menyayangkan seorang kepala sekolah melakukan perbuatan yang tak senonoh.

“Kalau memang terbukti bersalah tentu sangat disayangkan sekali. Padahal kan semestinya memberikan contoh kepada murid,” kata I Ketut.

Apabila yang bersangkutan resmi dinyatakan bersalah sesuai hukum, pihaknya akan melakukan pemecatan.

“Oknum guru ini sebenarnya baru menjabat setahun sebagai kepala sekolah di SD di kawasan Kecamatan Kuta Utara, sangat disayangkan."

"Nanti kita akan pecat sesuai ketentuan kalau sudah sah bersalah,” ujarnya. (TribunBali/Tribunnews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved