Breaking News:

Perumahan Terpapar Radiasi Nuklir

Tanah Terkontaminasi Radioaktif di Perumahan Batan Indah Tangerang Selatan Akan Dibor

Pengerukan tanah di Perumahan Batan Indah Kademangan Setu Tangerang Selatan (Tangsel) untuk dekontaminasi atau clean up kontaminasi zat radioaktif.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Kondisi area terpapar radiasi nuklir di Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangsel, Senin (24/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Proses pengerukan tanah di Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), dalam rangka dekontaminasi atau clean up dari kontaminasi zat radioaktif akan dilanjutkan dengan proses pengeboran.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerja Sama Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan), Heru Umbara, di Perumahan Batan Indah, Senin (24/2/2020).

Sebelum dibor, luas area yang dikeruk akan dipetakan terlebih dahulu, atau yang disebut dengan griding.

"Jadi kita melakukan griding untuk mengetahui dan untuk meyakinkan seberapa konsentrasi zat radioaktif yang masih tertinggal, ini adalah tahap akhir untuk menyelesaikan proses ini, jadi kita harus meyakinkan bahwa seluruh zat radio aktif yang ada di tanah itu bisa terbawa semua," ujar Heru.

Setelah dipetakan, tanah akan dibor untuk memastikan sedalam apa tingkat kontaminasi dari zat radioaktif berupa serpihan cesium-137 itu.

Pengeboran yang dimaksud adalah seperti laiknya pembuatan lubang biopori, hanya, kedalamannya akan diatur sesuai kebutuhan.

"Untuk langkah itu maka kita harus melakukan coring atau mengebor lihat kebawah, dan yakin ini sudah tidak ada sehingga kita mendeklarasi lebih mudah gitu, hari ini pekerjaannya hanya itu saja," ujarnya.

Selama sembilan hari proses clean up, luas area tanah yang dikeruk itu mencapai 9×12 meter, sedangkan kedalamannya mencapai satu meter.

Volume tanah yang sudah dikeruk mencapai 337 drum, per satu drumnya berukuran 100 liter tanah.

Dari luas area dan kedalaman tanah itu, masih ditemukan tingkat paparan radiasi sebesar tujuh mikrosievert. Sementara, tingkat paparan radiasi normalnya di bawah satu mikrosievert.

Setelah dibor, sampai kedalaman diketahui tingkat paparan sudah normal, maka akan dikeruk kembali sampai semua tanah yang terkontaminasi terangkat seluruhnya.

"Setelah kita mendeklarasi ini sudah aman, maka kita akan lakukan remediasi," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved