Jadi Tersangka: Guru Olahraga SMPN 1 Turi Menangis Minta Maaf, Ini Pernyatannya

Guru olahraga SMPN 1 Turi yang juga pembina pramuka di sekolah itu meminta maaf kepada keluarga korban.

YouTube TribunJogja
Di hadapan awak media di Mapolres Sleman, IYA mengucapkan permintaan maafnya kepada keluarga korban meninggal dunia. 

TRIBUNJAKARTA.COM, SLEMAN- Tersangka peristiwa susur Sungai Sempor, IYA (36) menyampaikan penyesalan atas kejadian yang merenggut nyawa 10 siswanya.

Guru olahraga SMPN 1 Turi yang juga pembina pramuka di sekolah itu meminta maaf kepada keluarga korban.

"Pertama, saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada instansi saya, SMP Negeri 1 turi, karena atas kelalaian kami terjadi hal seperti ini," ucap IYA dalam jumpa pers di Mapolres Sleman, Selasa (25/2/2020).

Saat menyampaikan permohonan maaf, IYA tampak menahan tangis. IYA berharap keluarga korban dapat memaafkan segala kesalahannya.

"Kedua kami sangat menyesal, dan memohon maaf kepada keluarga korban, terutama keluarga korban yang sudah meninggal," tuturnya.

"Semoga keluarga korban bisa memaafkan kesalahan-kesalahan kami," ujar IYA.

IYA akan menerima segala risiko dan konsekuensi dari kelalaiannya. Termasuk akan menjalani proses hukum.

"Ini sudah menjadi risiko kami, sehingga apapun yang nanti menjadi keputusan akan kami terima," bebernya.

Seperti diberitakan, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam peristiwa susur Sungai Sempor yang tewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi.

Ketiga tersangka yakni IYA yang merupakan guru olah raga SMP Negeri 1 Turi, R guru seni budaya SMP Negeri 1 Turi, dan DDS tenaga bantu pembina Pramuka dari luar sekolah SMP Negeri 1 Turi.

Halaman
123
Penulis: Erik Sinaga
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved